Rabu, 25 Januari 2012

Worldview Koruptor


Worldview Koruptor

Beberapa bulan lalu sebuah dialog di televisi swasta membahas perilaku korupsi penegak hukum dan koruptor. Hadir dalam acara itu para guru besar dibidang hukum dan advokat. Yang muncul disitu pertanyaan mengapa hakim dan jaksa korupsi? Padahal mereka adalah penegak hukum dan sangat luas ilmu hukumnya. Mereka adalah pejabat yang tinggi tanggung jawabnya.
Host acara itu lalu mengarahkan pertanyaan itu kepada para guru besar: Apa yang Bapak ajarkan pada mereka sehingga mereka itu korupsi? Para guru besar itupun bersungut-sungut lalu menjawab “tidak ada yang salah dalam mata kuliah mereka.” Lalu dimana letak salahnya? Mengapa demikian dst..dst. menjadi kompleks.
Mungkin jika pakar bidang administrasi Negara hadir dia akan menuding undang-undang yang lemah. Pakar ekonomi akan mengkritik gaji pegawai yang rendah. Advokat akan berkilah korupsi atau tidak itu tergantung pasalnya. Para sosiolog atau psikolog akan mungkin lebih tegas “orang korupsi karena mental pegawai”. Dibalik layar sayup-sayup para koruptor lain berguman singkat “dia lagi apes”. Itulah realitas bangsa ini.
Pendapat-pendapat diatas tentu subyekif. Namun semua pasti sepakat jika perbuatan korupsi didahului oleh pikiran yang korup. Orang pasti berfikir sebelum berbuat. Pikiran manusia itulah sebenarnya yang disebut worldview. Definisinya adalah cara pandang orang terhadap hidup dan kehidupan. Pandangan orang terhadap makna realitas dan makna kebenaran (Naquib al-Attas). Pikiran yang menjadi motor perbuatan (Alparslan).
Dari perspektif agama worldview adalah kepercayaan pada Tuhan beserta segala implikasi dan konsekuensinya dalam kehidupan. Sebab seperti ditegaskan Thomas Wall: “kepercayaan pada Tuhan adalah inti dari semuaworldview”. Artinya kalau orang itu benar-benar percaya pada Tuhan dibalik harta ada rezeki, dibalik kekuasaan adaamanah, dibalik perbuatan ada dosa dan pahala. Kalau orang percaya pada Tuhan, ia pasti yakin bahwa baik-buruk, salah-benar, harta-rezeki berasal dari Tuhan. Itulah worldview.
Jika orang itu tidak percaya pada Tuhan, harta adalah harta. Di balik harta tidak ada apa-apa. Darimana asalnya dan bagaimana memperolehnya tidak penting. Yang penting setiap orang harus bertahan hidup. Hidup dengan segala cara asal tidak menyakiti sesama. Hidup hanya sekali dan setelah itu selesai. Perbuatan di dunia hanya akan berakibat di dunia. Ukuran baik-buruk, salah-benar adalah manusia penentunya. Itulah worldview koruptor.
Tapi masalahnya mengapa orang beragama masih juga korupsi? Jawaban lumrah tentu ia korup bukan karena perintah agamanya. Menurut sabda Nabi tidak ada orang mencuri dan pada saat yang sama dia beriman (al-Hadith). Lalu apakah keimanan orang tidak dapat mencegahnya dari perbuatan korupsi?
Masalahnya sungguh kompleks. Agama hanya dainggap sebagai dogma. Beragama berarti menjalankan ritual semata. Masjid, gereja dsb adalah tempatnya. Di ruang publik agama tidak boleh angkat bicara. Porno atau tidak porno tidak boleh diukur dari agama. Ambisi berpolitik tidak boleh dicampur nawaitu dalam ibadah, apalagi dicampuristighatsah.  
Disaat agama dikerdilkan, dan ketika keberagamaan dimarginalkan hasrat menjadi kaya raya merupakan tujuannya.Worldview pemeluk agama diisi oleh cara pandang materialistis, hedonistis, pragmatis, empirisistis, dan rasionalistis. Cara hidup sekuler telah mencokok arah hidup pemeluk agama-agama. Cinta harta merasuki rongga-rongga pikiran para pemeluk agama. Begitulah worldview pemeluk agama dikuasai worldview sekuler.
Akibatnya mind-set mereka berubah. Agar menjadi kaya dan hidup enak di dunia orang harus meninggalkan moral dan akhlaq ajaran agama. Yang tetap bertahan pada keimanan agamanya dianggap bodoh dan tidak cerdas.
Ketika saya berkunjung kembali ke Inggeris, Maret 2010, di Nottingham saya mendengar berita menarik. Professor Richard Lynn dari Ulster University, Irlandia Utara, Professor Helmuth Nyborg dari Universitas Aarhus, Denmark dan Professor John Harvey Sussex, Inggeris, menerbitkan hasil riset mereka. Riset itu dilakukan di 137 negara di dunia, termasuk Indonesia. Menarik karena risetnya mengkaji sebuah hypothesis  adanya korelasi negatif antara IQ dan Iman. Hypothesisnya kira-kira berbunyi begini:
Semakin bodoh seseorang  itu ia semakin religius
dan semakin cerdas seseorang orang itu ia semakin sekuler dan bahkan atheist.
Bukan hanya itu Verhage (1964) dan Bell (2002) di Belanda, Kanazawa (2009) di Amerika Serikat memperoleh hasil  serupa. Dari mereka bertiga ini sekurangnya diperoleh empat temuan. Pertama ada hubungan korelasi negative antara kecerdasan dan keimanan. Kedua, orang elit yang cerdas semakin kurang religius dibanding penduduk secara umum. Ketiga, dikalangan pelajar semakin berumur dan semakin berilmu semakin turun keimanan mereka.Keempat, sepanjang abad dua puluh meningkatnya masyarakat yang cerdas diikuti oleh menurunnya keimanan.
Implikasi dari hypothesis diatas jelas, orang cerdas adalah yang meninggalkan agamanya. Tapi masalahnya apakah orang tidak beragama itu karena saking cerdasnya? Jika jawabnya iya, maka matrik kecerdasannya itu hanya sebatas masalah dunia. Apakah orang yang taat beragama dan pada saat yang sama bisa hidup makmur di dunia tidak bisa dianggap lebih cerdas dari yang hanya mikir dunia saja.  
Dr.David Rosmarin, psikiatri Rumah Sakit McLean di Massachussetts menulis paper. Disitu disimpulkan orang yang percaya pada Tuhan cenderung lebih tenang dan tidak gelisah menghadapi hidup yang serba tidak pasti. (Lihat International Herald Tribune, 19 Oktober 2011, hal.8). Tentu dibanding orang yang tidak percaya Tuhan. Jika demikian maka benarlah sabda Nabi “orang cerdas (al-kaysu) adalah orang yang bekerja di dunia untuk tujuan akherat”.  Wallau A’lam

Sabtu, 21 Januari 2012

Sekilas tentang Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas; Novel Muhammad Al-Aydrus


http://blog.its.ac.id/syafii

HABIB AHMAD BIN HASAN AL ATHTHAS dari Sekilas tentang Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas; Novel Muhammad Al-Aydrus

Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas berkata :
• “Sesungguhnya terlalu memfasih-fasihkan bacaan adalah bid’ah. Andaikata salaf membaca Al-Qur’an seperti mereka yang suka memfasih-fasihkan bacaannya, tentu mereka tidak dapat menghatamkan Al-Qur’an dalam semalam.”
“Imam Ghazali juga pernah berkata bahwa hudhur dan khusyu’ dalam membaca Al-Qur’an tidak mungkin dapat dirasakan oleh orang yang membaca Al-Qur’an dengan terlalu memfasihkan huruf dan memberi tekanan berlebihan pada tasyhid-tasyhidnya. Andaikata kalian curahkan seluruh konsentrasi kalian untuk merenungkan makna rahmat, pujian, rububiyyah, kekuasaan Allah SWT ( al-Malik) penghambaan, permohonan, permohonan hidayah, shirotol mustaqim yang ada dalam Fatihah, maka itu lebih baik.”
• “Jika kau membaca ayat sajdah dan pada saat itu kau berada di tempat yang tidak layak untuk sujud; maka bayangkanlah seakan-akan dirimu berada di tempat yang mulia, seperti Masjidil Haram atau Masjid-masjid lainnya. Setelah itu sujudlah dengan hatimu. Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam bukunya yang berjudul Al-Ghunyah mengatakan :”Jika kau berdiri mengerjakan sholat, maka bayangkanlah seakan-akan kau sedang menghadap Ka’bah dan saksikanlah Ka’bah itu dengan hatimu. Niscaya kau akan meningkat ke maqom yang lain,”
• “Setiap zaman ada 124.000 wali dan setiap wali mewarisi hal dari Nabi SAW. Di antara mereka ada yang tahu dirinya wali, tapi ada juga yang tidak tahu.”
• “Amal dan niat saleh akan menyebabkan timbulnya kewibawaan pada diri seseorang. Ia akan tampak beda dengan orang lain, ucapannya didengar dan bermanfaat. Sebaliknya, amal dan niat buruk akan menyebabkan pelakunya diselimuti kegelapan”
• “Manusia punya dua sayap yang dapat ia gunakan untuk terbabg ke tempat yang mulia, yaitu Niat dan Himmah ( semangat, tekad ). Sedangkan penghuni zaman ini berpijak pada salah satu diantara keduanya. Ada yang memiliki niat, tapi tidak memiliki himmah. Ada yang himmahnya besar, tapi belum memiliki niat. Jika seseorang punya niat, kemudian memperoleh himmah, maka Allah swt akan memperhatikannya dan akan menyampaikannya pada tujuan. Niat itu sebelum himmah dan himmah sebelum amal.”
• Imam Junaid rhm berkata :”barang siapa membuka bagi dirinya satu pintu niat baik, maka Allah swt membukakan baginya 70 pintu taufiq. Dan barang siapa membukakan untuk dirinya satu pintu niat buruk, maka Allah swt membukakan untuknya 70 pintu khidzlan ( dorongan untuk bermaksiat ).”
• Thoriqoh salaf Alawiyin adalah zhohirnya Ghazaliah dan bathinnya Syazaliah. Jika seseorang berkonsentrasi pada amal, maka ia akan mengerjakan amal tanpa ruh. Namun, jika ia meninggalkan amal dan banyak berharap kepada Allah swt, ia akan miskin amal saleh.
• Ikutilah salaf! Barang siapa ingin beribadah kepada Allah swt, hendaknya bertanya bagaimana cara salaf beribadah. Barang siapa ingin mengajar atau belajar, memberi manfaat atau mengambil manfaat, maka hendaknya ia bertanya bagaimana cara salaf melakukan semua itu, dan tidak mengikuti jalan pikirannya sendiri.
• Di dunia ini aku tidak pernah iri kepada seorang wali, raja atau lainnya; aku hanya iri kepada orang yang mengikuti salaf dan meneladani Nabi saw. Kebaikan terletak dalam mengikuti salaf saleh, mempelajari buku-buku mereka, dan meneladani ibadah, adab, akhlaq dan perilaku mereka. Orang yang mengikuti salaf tidak akan salah dan lelah.
• Kerjakanlah shalat karena Allah swt memerintahkannya. Jadikanlah makna segala sesuatu sebagai tujuanmu. Jangan jadikan cara pengucapan huruf ( makhraj )dan sejenisnya sebagai pusat perhatianmu dalam sholat. Tapi amati dan renungkan ( tadabbur ) makna ayat yang kau baca. Apa yang menghalangimu untuk merenungkan makna basmalah, arti rahmat ayat pertama dan makna syukur. Renungkan tentang Pemberi nikmat dan Pemelihara alam, makna rahmat di ayat ke tiga, makna raja dan penguasa, makna ibadah, pertolongan, hidayah, shirotol mustaqim dan orang-orang yang berjalan diatasnya, yaitu orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah swt. Renungkan tentang orang-orang yang berpaling, yakni orang-orang yang dimurkai Allah swt.
• “Musibah pertama yang menimpa masyarakat adalah peremehan mereka terhadap usaha menghafal Al-Qur’an. Musibah kedua adalah berpalingnya mereka dari buku-buku salaf.”
• Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak akan meninggalkanmu di dunia maupun di akhirat. Ilmu adalah Alat. Meskipun ilmu itu baik, tapi hanyalah alat, bukan tujuan. Ilmu digunakan hanya untuk mencapai tujuan. Ilmu harus diiringi adab, akhlaq danniat-niat saleh. Ilmu demikian inilah yang dapat mengantarkan seseorang kepada maqam-maqam yang tinggi.
• Pelajarilah ilmu, tanamkan dalam hati niat untuk mengamalkannya, maka Allah swt akan mengembalikan semua yang hilang dari kalian.
• Jika kau membaca sesuatu dan tidak dapat memahaminya, atau hatimu tidak hadir sewaktu membacanya, maka ulangila lagi di waktu yang lain. Sebab setiap waktu memilki rahasia yang berbeda.
• Barang siapa mendahulukan ikhlas sebelum amal, maka ia tidak akanbisa beramal. Tapi hendaknya ia beramal, kemudian menuntut dirinya untuk ikhlas. Seseorang tidak seharusnya menuntut kesempurnaan, baik dari dirinya sendiri maupun orang lain. Sebab jika ia menuntut kesempurnaan dari dirinya, ia tidak akan beramal. jika ia menuntut kesempurnaan dari orang lain, ia tidak akan memandang mulia seorang pun, ia bahkan akan memandang rendah semua orang.
• Setiap kebajikan terasa berat bagi “NAFS”. Tapi jika dipaksakan, ia akan terbiasa dan dapat mengerjakannya dengan mudah. Sebagian orang jika melihat “NAFS”nya benci pada perbuatan baik, ia mengikuti “NAFS”nya dan cenderung kepadanya. Ia selalu berbuat demikian, hingga tidak mampu lagi berbuat baik. Akhirnya, hatinya menjadi keras. Sebenarnya jika hati mau menghadap Allah swt, Allah swt akan menghadap kepadanya. Jika berpaling, Allah swt pun akan berpaling darinya. Sifat “NAFS” adalah suka menentang dan mudah bosan. Jika kau membiasakannya dengan kebaikan, ia akan menjadi baik; tapi jika kau membiasakannya dengan keburukan, ia akan menjadi buruk.
• Manusia hendaknya menyibukkan “NAFS”nya dengan amal-amal yang bermanfaat baginya. “NAFS” akan terbiasa dengan apa yang dibiasakan kepadanya. Orang yang terbiasa banyak bicara, menghadiri majelis yang penuh kelalaian dan permainan, maka hatinya merasa berat untuk membaca Al-Qur’an.
• Hati yang bersih siap menerima karunia-karunia Allah swt. Sedang hati yang kotor tidak dapat menampung karunia Allah swt.
• Hati manusia seperti Baitul Ma’mur. Setiap hari ada 70.000 malaikat yang thawaf mengelilinginya hingga hari kiamat. Dalam 24 jam hati 70.000 bisikan dan setiap bisikan dipegang oleh seorang malaikat.
• Orang yang berharta, hendaknya banyak berderma dan bersedekah di jalan Allah swt. Yang berilmu, hendaknya mencurahkan semua tenaganya untuk mengajar. Yang mempunyai kedudukan, hendaknya berusaha mendamaikan orang-orang yang dizalimi. Yang berdagang dan menekuni pekerjaan lainnya, hendaknya jujur kepada kaum muslimin dan melakukan pekerjaannya dengan sempurna.
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaknya memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah swt kepadanya. Allah swt tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah swt berikan kepadanya. Allah swt kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(QS Ath-Thalaq, 65:7).
• Di dunia ini manusia harus memiliki empat sifat :
1. Sabar terhadap yang dibenci dan disukai.
2. Melayani dengan baik dan memuaskan hati(jabr) orang yang baik maupun jahat.
3. Memiliki akal yang dapat membedakan segala sesuatu.
4. Memilki niat saleh dalam semua hal agar tercapai keinginannya.
• Jika seseorang ingin memperoleh rasa takut kepada Allah swt, maka hendaknya ia melihat orang yang memilki rasa takut. Jika ingin khusyu’ maka hendaknya ia melihat orang yang khusyu’. Manusia adalah magnet untuk dirinya dan orang lain. Manusia biasanya mencuri watak orang yang dilihatnya.
• Hanya prasangka baik kepada Allah swt dan hamba-hambanyalah yang dapat membuka pintu-pintu kebajikan.
“Dua hal yang tidak ada sebuah kebaikan pun yang dapat mengungguli keduanya, yaitu prasangka baik kepada Allah swt dan prasangka baik kepada makhluk Allah swt. Dan dua hal yang tidak ada sebuah keburukan yang dapat mengunggulinya, yaitu prasangka buruk kepada Allah swt dan prasangka buruk kepada makhluk Allah swt.” (Al-Hadits)
• Setiap orang memiliki 360 urat. Ada urat yang akan mendorongnya untuk berbuat kebaikan, dan ada yang akan menggerakkannya untuk berbuat kejahatan. Jika melihat orang saleh, urat-urat kebaikan akan menggerakkannya untuk berbuat baik. Jika melihat orang durhaka, maka urat-urat keburukannya akan menggerakkannya untuk berbuat jahat.
• Orang yang mudah iri, menyangka bahwa semua orang iri; orang yang suka bermaksiat menyangka bahwa semua orang suka bermaksiat; dan orang yang saleh menyangka semua orang gemar berbuat kebaikan.
• Jika kau memandang seorang yang saleh dan istiqomah, khusyu’ dan wara’, lalu kau bandingkan akhlaqmu dengan akhlaqnya. Amalmu dengan amalnya, keadaanmu dengan keadaannya; maka kau akan mengetahui aib dan kekuranganmu. Setelah itu akan mudah bagimu untuk memperbaiki ucapan dan perbuatanmu yang salah, lahir maupun batin. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang yang saleh dan mulia, serta dilarang bergaul dengan selain mereka. Sebab watak seseorang akan mencuri watak orang lain. Jika tidak kau temukan teman duduk yang saleh, pelajarilah buku, sifat, riwayat hidup dan semua prilaku kaum sholihin.
• Ada dua orang yang tidak boleh kau pegang pendapatnya, yaitu orang yang selalu mengikuti kata hatinya dan orang yang tidak melaksanakan pendapatnya sendiri.
• Jangan berselisih dengan anakmu dan jangan pula bersikap keras kepadanya. Ajak dan perintahkan untuk berbuat kebaikan. Jika ia tidak patuh, jauhilah dia dengan santun dan penuh perhatian.
• Habib abu Bakar bin Abdullah Al-Atthas dahulu melarang seseorang bergaul dengan Ahli bid’ah, orang-orang yang aqidahnya menyimpang dan orang-orang yang merendahkan kaum sholihin, Para Wali dan Ulama. Jika melewati tempat yang ada orang-orang yang memiliki salah satu sifat di atas, beliau menutupi kepalanya dan berjalan dengan cepat.
• Sholatlah di belakang orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh, dan sholatkanlah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh. ( Hadits )
• Orang –orang di Zaman akhir ini lebih mengutamakan harta mereka dibanding diri mereka sendiri. Mereka kikir dan tidak memperdulikan apa yang menimpa mereka. Mereka abaikan Hak Allah swt, Allah swt pun lalu menundukkan mereka di bawah kekuasaan orang yang tidak mengasihi mereka. Adapun orang-orang terdahulu, mereka menjadikan harta mereka sebagai perisai dan pelindung dari segala bencana.
• Jika seseorang senantiasa taat, maka Allah swt akan memberinya rejeki. Allah swt tidak akan membiarkannya begitu saja tanpa harta.Allah swt telah memberi kalian rejeki, tapi kalian menghambur-hamburkan rejeki itu bukan pada tempatnya. Tunaikanlah kewajiban zakat, janganlah kalian kurangi.
• Segala kesedihan yang dapat hilang dengan uang, bukanlah kesedihan.
• Jika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu ke langit lalu ucapkan :”Allah….. dengan satu nafas. Perbuatan ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan-bisikan buruk dalam hati. Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena setan tidak dapat mendatangi manusia dari atas kepalanya. Allah Ta’ala berfirman : “Kemudian Saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.(QS Al-A’raf, 7:17). Allah swt tidak mengatakan bahwa iblis akan mendatangi mereka dari atas.
• Habib Ahmad bin hasan Al-Atthas selalu membaca surat Al-Waqiah di waktu Ashar. Beliau berkata :”Sayyidil Wujud (Nabi Muhammad saw) lah yang memerintahkanku untuk membacanya di waktu Ashar.”

Jumat, 20 Januari 2012

IBNU TAIMIYAH VERSUS NASHIRUDDIN AL ALBANI



Wahabi
IBNU TAIMIYAH VERSUS NASHIRUDDIN AL ALBANI
Oleh : Abu Emha As-Syaidani
Sekte Wahabi merupakan sekte dalam Islam yg paling PD ketika mevonis kafir, bid’ah dan sesat pada golongan Islam lain. Bahkan sebagian dari mereka, Muhammad bin Ahmad Basyamil mengatakan, “Aneh dan ganjil, ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lebih banyak tauhidnya kepada Allah dan lebih murni imannya kepada-Nya dari pada kaum Muslimin yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang saleh dan memohon pertolongan dengan wasilah mereka kepada Allah. Ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lebih banyak tauhidnya dan lebih tulus imannya dari kaum Muslimin yang mengucapkan -Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah-.” (lihat Kaifa Nafhamu al-Tauhid, hal. 16).
Entah “bisikan” dari mana, sehingga Abu Lahab yang jelas-jelas di Nash oleh Al Qur’an sebagai penghuni neraka, dia katakan mempunyai tauhid lebih banyak dan lebih ihlas imannya dari muslimin yang mengucapkan “Laa Ilaha Illa Allah”. Kapankah Abu Lahab beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW? Apakah pandangan “nyeleneh” semacam ini disebutkan dalam Nash al qur’an dan Hadist?? Ataukah pendapat ini diriwayatkan dari As-Salafus Shalih?? Apakah“ocehan”  yang “nggladrah”  ini bukan dari bisikan syetan atau nafsu?
Terlepas dari jawaban pertanyaan ini, firqoh wahabiyah yang kecanduan mengoreksi Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Al Asya’iroh) yang sudah mapan sejak jaman Al imam Al Asy’ary RA sampai munculnnya Fitnah Wahhabiyah, pernahkah mereka mengoreksi system dan “konstruksi” akidah mereka yang sebenarnya sangat rapuh dan“bergoyang-goyang” bagai telur di ujung tanduk yang tinggal jatuh lalu pecah? Atau seperti pinggul penyanyi panggung yang bergoyang “muter-muter” tidak jelas juntrungnya? Yang mana hal ini dibuktikan dengan banyaknya perbedaan pendapat di antara mereka dalam prinsip-prinsip akidah??
Ulasan ini mencoba mengekspos Khilafiyah (perbedaan pendapat) antara dua orang tokoh penting dari firqoh wahabiyah yaitu : “Syaihul Islam” Ibnu Taimiyah dan “Imamul Muhadditsin” Nashiruddin Al Albani. Khilafiyah pertama menyangkut Masalah Ushul (aqidah) yang konsekwensi logisnya bisa mengakibatkan salah satunya jatuh dalam kekufuran atau minimal bid’ah. Adapun khilafiyah kedua menyangkut Furu’iyah (fiqhiyah) yang konsekwensinya menurut kaca mata wahabi, salah satunya bisa jatuh dalam vonis bid’ah.

ANTARA IBNU TAIMIYAH DAN NASHIRUDDIN AL ALBANIANDA PILIH SIAPA?
DALAM MASALAH AKIDAH (1)
1. QIDAMUL ALAM atau AL HAWADIST LA AWWALA LAHA; Qidam adalah ungkapan dari tidak adanya permulaan bagi sesuatu.Yang bersifat qidam dinamakan Al Qodim atau Dzat yang tidak mempunyai permulaan. Lawan qidam adalah Hudust (baru, ada dari ketiadaan) dan yang mempunyai sifat hudust di sebut Al Hadist (sesuatu yang ada dari ketiadaan). Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Al Asya’iroh berpendapat bahwa qidam secara mutlak hanya disifatkan kepada Allah SWT dan Hudust disifatkan kepada Alam atau mahluk.
Salah seorang tokoh Asyairoh, As-Syahrastani dalam kitab Nihayatul Iqdam (1/1 : Maktabah Syamilah) mengatakan : مذهب أهل الحق من أهل الملل كلها أن العالم محدث ومخلوق أحدثه الباري تعالى وأبدعه وكان الله تعالى ولم يكن معه شيء “Madzhab Ahlul Haq dari ahli pelbagai agama SEMUANYA adalah sesungguhnya alam di ”ada”kan (Muhdast/Hadist) dan diciptakan. Allah mengadakannya dan menciptakannya dari ketiadaan.. Allah telah ada tanpa ada sesuatupun (selain-Nya) yang menyertai-Nya”. Perhatikan kata SEMUANYA diatas yang ditulis dengan huruf  balok!!! Dari sini bisa disimpulkan bahwa Hadist/barunya mahluk merupakan Ijma’  bukan hanya Ijma’ Ulama Islam tapi juga Ijma’ dari pakar-pakar agama selain Islam.
Nah, sekarang bagaimanakah pendapat Ibnu Taimiyah dan Al Albani dalam persoalan ini? Ibnu Taimiyah sebagaimana diungkapkan oleh para ulama berdasarkan literatur teks pada kitab-kitabnya berpendapat adanya “al Hawadist La Awwala Laha” atau Mahluk-mahluk yang tidak mempunnyai permulaan. Dalam kitabnya Muwafaqotu shohihi manqulihi li shorihi ma’qulihi (2/75) dia berkata, واما اكثر اهل الحديث ومن وافقهم فانهم لا يجعلون النوع حادثا بل قديما   “Adapun kebanyakan Ahli Hadist dan orang yang sependapat dengan mereka, maka sesungguhnya mereka tidak mengkategorikan NAU’ (jenis, alam) sebagai sesuatu yang baru tapi Qodim”.
Dari statemen ibnu taimiyah ini, Nampak seperti biasanya dia mengKLAIM bahwa mayoritas Ahlul Hadis berpendapat seperti pendapatnya bahwa alam adalah qodim. Pertanyaannya, “siapakah yang dimaksud oleh ibnu taimiyah dengan “Aktsaru Ahlil Hadist” tersebut? Siapa dan di kitab apa, mereka mengatakan adanya alam yang qodim? Apakah ini bukan kebohongan publik dan fitnah terhadap Ahlul Hadist?
Padahal faktanya, Kenyataan bahwa Ibnu Taimiyah berpendapat “Al Hadawist Laa Awwala Laha” ini justru mendapat kritikan tajam dari kalangan Ahlul Hadist seperti : Al hafidz As-Subki (683-756 H)yang mengarang kitab “ad Durrotul Mudliyyah fi al Rad ‘ala Ibni Taimiyah”, dihususkan untuk membantah “kenyelenehan-kenyelenehan Ibnu Taimiyah, al Hafidz Ibnu Hajar, al Hafidz Ibnu Daqiqi al ‘Ied dll.

Dalam prolog kitab “Ad Durrotul Mudliyyah”, As-Subki berkata : فإنه لما أحدثَ ابنُ تيمية ما أحدثَ في  أصول العقائد، ونقضَ من دعائم الإسلام الأركان والمعاقد، بعد أن كان مستتراً بتبعية الكتاب والسنة، مظهراً أنه داعٍ إلى الحق هادٍ إلى الجنة، فخرج عن الاتِّباع إلى الابتداع، وشذَّ عن جماعة المسلمين بمخالفة الإجماع، وقال بما يقتضي الجسمية والتركيب في الذات المقدسة، وأن الافتقار إلى الجزء ليس بمحال، وقال بحلول الحوادث بذات الله تعالى، وأنَّ القرآن محدَثٌ تكلَّم اللهُ به بعد أن لم يكن، وأنه يتكلم ويسكت ويحدث في ذاته الإرادات بحسب المخلوقات، وتعدى في ذلك إلى استلزام قدم العالم (والتزامه) بالقول بأنه لا أول للمخلوقات……… وكلُّ ذلك وإن كان كفراً شنيعاً مما تَقِلُّ جملته بالنسبة إلى ما أحدث في الفروع
“Sesungguhnya, setelah Ibnu Taimiyah membuat hal baru dalam usul-usul aqidah dan merusak dari pokok-pokok agama Islam yaitu rukun-rukun dan aqidah, setelah dia bersembunyi dengan (seakan-akan) mengikuti Al Kitab dan As-Sunnah, menampakkan diri bahwa dia mengajak pada yang Haq dan menujukkan ke sorga. Lalu dia keluar dari Ittiba’ (ikut al Qur’ah-as Sunnah) menuju bid’ah, nyleneh dari kaum muslimin dengan menyelisihi ijma’ ulama, dan dia mengatakan sesuatu yang konsekwensinya pen-jisim-an dan keter-susun-an dalam Dzat Allah Yang Suci, dan sesungguhnya butuhnya (Allah) pada Juz tidaklah mustahil, mengatakan bertempatnya mahluk pada dzat Allah, Al Qur’an adalah diciptakan yang Allah berbicara dengannya setelah al Qur’an tidak ada, Allah berbicara dan diam, pada Dzatnya terjadi kehendak-kehendak sesuai dengan mahluk-mahluk-Nya, dan berlanjut pada penetapan QIDAM (DAHULU) NYA ALAM dan pendapat TIDAK ADANNYA PERMULAAN BAGI MAHLUK…… dan semua (pendapat ibnu taimiyah) tersebut, meski merupakan KEKUFURAN yang jelek, namun lebih sedikit jumlahnya dinisbatkan pada yang telah di buatnya (Bid’ah?) dalam hal furu’”.
Beda lagi dengan Al Albani yang kayaknya dalam persoalan ini sependapat dengan Asyairoh, sebagaimana dikutip oleh Sayyid Hasan As-Saqof dalam kitab Al Bisyaroh wa al Ithaf hal 17-18, Albani mengatakan: ”pendapat Ibnu Taimiyah tersebut tidak boleh diterima dan harus dibuang”. Dalam kitabnya Silsilatus shohihah (1/208) ketika mengomentari hadist, “Sesungguhnya sesuatu yang pertama diciptakan allah adalah Al Qolam”, Albani berkata,” فالحديث يبطل هذا القول ويعين ان القلم هو اول مخلوق فليس قبله قطعا اي مخلوق ولقد اطال ابن تيمية الكلام فى رده على الفلاسفة محاولا اثبات حوادث لا اول لها وجاء فى اثناء ذلك بما تحار فيه العقول ولا تقبله اكثر القلوب
“Maka hadist tersebut telah membatalkan pendapat ini (yang mengatakan qodimnya alam) dan menyatakan sesungguhnya Al Qolam adalah awal mahluk. Maka, tidak ada sebelum al Qolam -secara pasti- mahluk apapun. Ibnu Taimiyah telah memanjangkan perkataannya dalam penolakannya terhadap para filosof, dengan (Ibnu Taimiyah) mengupayakan penetapan “mahluk-mahluk tak bermula”. Dan dia datang ditengah-tengah perkataannya dengan sesuatu yang membingungkan nalar dan tidak diterima oleh kebanyakan hati”. Al bani melanjutkan,
فذلك القول منه غير
مقبول بل هو مر فوض بهذا الحدبث
“Perkataan dari Ibnu Taimiyah tersebut TIDAK BOLEH DITERIMA, bahkan dia (harus) di TINGGAL/BUANG BERDASAR dasar hadist ini”. Demikian kata Albani…. Pertanyaannya sekarang… “di antara dua pendapat yang saling bertentangan ini, manakah yang diikuti oleh sekte wahabi?”. Apakah mereka mengikuti pendapat Ibnu taimiyah “ Al hawadis laa awwala laha” yang mana ijma’ ulama telah mengatakan pendapat ini jatuh didalam kekufuran? Ataukah mereka mengikuti Al Albani?
Lalu, apakah kesalahan fatal Ibnu Taimiyah ini bisa dimaafkan dari sisi aqidah dan dia mendapat satu pahala karena Khotho’ dalam berijtihad? MEREKA SENDIRILAH YANG TAHU JAWABANNYA…

Dialog Terbuka di Balikpapan, Wahabi Tak Berkutik


Dialog Terbuka di Balikpapan, Wahabi Tak Berkutik

Wahabi Tak Berkutik dalam Dialog Terbuka di Balik PapanPimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan, Sabtu (17/12/2011) melantik pengurus ranting NU se-Kota Balikpapan, bertempat di Auditorium PT. Kilang Mandiri. Sehingga saat ini PCNU Balikpapan memiliki 5 MWC dan 27 Ranting.

Pelantikan yang dikemas dengan seminar tentang internalisasi Ahlussunnah Wal Jama’ah itu diikuti oleh 300 orang pengurus NU se-Balikpapan, mulai dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.

Pada kesempatan itu, hadir sebagai pembicara Ustadz Muhammad Idrus Ramli, salah satu anggota Tim Kaderisasi ASWAJA PWNU Jawa Timur. Dalam seminar tersebut, Ustadz Idrus Ramli memaparkan tentang makna dan hakikat Ahlussunnah Wal Jama’ah berdasarkan al-Qur’an, hadits dan pemahaman para ulama yang mu’tabar.

Kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk membendung gerakan Wahabisasi yang semakin marak di Kota Balikpapan. Selama ini Balikpapan pusat gerakan aliran Wahabi. Dengan demikian, dibawah kepemimpinan KH. Abbas Alfas, PCNU Kota Balikpapan melakukan langkah-langkah strategis. Terutama penataan organisasi yang selama ini vakum.

Untuk memberikan pemantapan terhadap warga Nahdliyyin di Balikpapan, PCNU juga menggelar dialog terbuka antara Ustadz Muhammad Idrus Ramli dengan Ustadz Adzro’i Abdusysyukur seorang tokoh Wahabi. Dialog yang dikemas dalam acara bedah buku “Kiai NU atau Wahabi Yang Sesat Tanpa Sedar? Jawaban Terhadap Buku-Buku Mahrus Ali”, yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Idrus Ramli bersama Habib Muhammad Syafiq Al-Idrus, itu digelar di Masjid Agung At-Taqwa, Balikpapan dengan diikuti oleh sekitar 1000 orang lebih.

Selama ini Ustadz Adzro’i dalam ceramahnya di berbagai tempat dan melalui radio tidak pernah berhenti membid’ahkan dan mensyirikkan warga nahdliyyin yang melakukan istighatsah dan tawassul. Tak ayal, warga nahdliyyin Balikpapan sangat menunggu kehadirannya dalam acara dialog tersebut. Sehingga ketika Ustadz Adzro’i diketahui kehadirannya, suasana menjadi tegang. Para peserta menunggu apa yang akan dibicarakan oleh kedua pembicara berbeda aliran itu.

Ustadz Idrus Ramli diberi waktu untuk mengawali dialog dengan memaparkan hakikat istighatsah dan tawassul beserta dalil-dalilnya dari hadits-hadits shahih dan amaliah para sahabat. Usai Ustadz Idrus, moderator memberi kesempatan dan meminta Ustadz Adzro’i untuk memberikan tanggapannya.

Namun, jawaban Adzro’i ternyata tidak memuaskan. Ia justru mengaku tidak memusyrikkan orang yang melakukan istighatsah dan tawassul, karena dasarnya sangat kuat sebagaiman dipaparkan oleh Ustadz Idrus di awal. Jawaban tersebut membuat para peserta yang hadir tertawa dan bersorak sorai, karena selama ini memang warga Balikpapan sering mendengar sendiri pernyataan Adzro’i yang memusyrikkan istighatsah. Tetapi dalam dialog tersebut, Adzro’i justru tidak mengakuinya.

Kemudian moderator meminta tanggapan Adzro’i tentang ziarah umat islam ke makam para auliya’, apakah syirik atau tidak. Ternyata Adzro’i menjawab secara diplomatis, bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan kita pada kematian, sehingga dibolehkan.Akhirnya Ustadz Idrus Ramli memaparkan ziarah kubur dalam berbagai aspeknya beserta dalil-dalilnya. Setelah Ustadz Idrus memaparkan hal ini secara detail beserta dalil-dalilnya, Ustadz Adzro’i segera meninggalkan acara dan berpamitan tidak bisa melanjutkan dialog dengan alasan ada acara lain di luar.

Melihat ulah Ustadz Adzro’i yang kabur melarikan diri setelah dirinya tidak berkutik itu, para hadirin semuanya tertawa.Selanjutnya acara dialog dilanjutkan tanpa kehadiran pembanding dari pihak Wahabi hingga selesai pukul 13.00.

(Disadur dari Majalah AULA Edisi Januari 2012, Dapatkan Majalahnya di toko / kios buku dan agen Majalah terdekat di kota Anda)
http://www.sarkub.com/2012/dialog-terbuka-di-balikpapan-wahabi-tak-berkutik/

Daftar ulama Wahabi:


Daftar ulama Wahabi:

oleh 100 Juta Orang Menolak Wahabi Di Indonesia pada 7 Januari 2012 pukul 5:25
1-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H - 1206 H)
2-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (1330 H-1420H)
3-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (1333 H - 1420 H)
4-Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin (1347 H - 1421 H)
5-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (1345 H - ? )
6 Syaikh Muhammad bin Muhammad Dhiya'i
7 Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di (1307 H - 1376 H)
8 Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i ( ? - 1422 H)
9 Syaikh Abul A'ala Maududi al-Hindi
9 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly
10 Syaikh Muhammad Taqiyuddin An- Nabhani (1909 - 1977)
11 Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman Al Jibrin
12 Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi
13 Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali
14 Syaikh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
15 Syaikh Abu Ishaq AlHuwaini Al- Atsari
16 Syaikh Muhammad Abduh
17 Syaikh Said bin ali Al Wahf al- Qahthoni
18 Syaikh Muhammad Rasyid Ridha
29 Syaikh Muhammad al-Amin Asy- Syinqithi
20 Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad
21 Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh
22 Abdurrazzaq 'Afifi
23 Syaikh Hamud bin‘Abdullah At-Tuwaijiri
24 Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
25 Syaikh Ali Hasan Al Halaby (1380 H)
26 Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam
27 Syaikh Abdullah bin Abdul-Aziz bin ‘Aqil
28 Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman Syaikh Bakr Abu Zaid
29 Syaikh Ali Mahfuzh
30 Syaikh Muhammad 'Abdussalam
31 Syaikh Nida Abu Ahmad
32 Syaikh Sa'ad Yusuf Abu Aziz
33 Syaikh Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi
34 Syaikh‘Abdullah bin Shalfiq Al- Qasimi Azh-Zhafiri
35 Syaikh‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-Haddadi
36 Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
37 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
38 Ustadz Abu‘Amr Ahmad
39 Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini
40 Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy
41 Ustadz‘Abdul Mu’thi Al-Maidani
42 Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
43 Ustadz Luqman Ba’abduh
44 Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
45 Ustadz Abu Mundzir Dzul Akmal
46 Ustadz Jafar Salih
47 Ustadz Idral Harits
48 Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
49 Ustadz Mundzir Abu Ibrahim
50 Ustadz Abdurrahman Lombok
51 Ustadz Abu Umar Ibrohim
52 Ustadz Adib
53 Ustadz Nashrullah Abdul Karim, Lc.
54 Ustadz Mukhtar
55 Ustadz Agus Suady
56 Ustadz Abdul Haq
57 Ustadz Abdul Jabbar Al-Bantuli
58 Ustadz Abu Abdillah Muhammad Higa
59 Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Lc.
60 Ustadz Abu ‘Ali
61 Ustadz Zaid Susanto, Lc.
62 Ustadz Arifin Ridin, Lc.
63 Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami
64 Korma  Madinah LB.

MAJALAH MEREKA
1. assunnah, ini yang pertama
2. al-furqan, ini yang kedua
3, el-fata, ini untuk kalangan remaja
4, al-wildan, ini untuk anak-anak
5. Aljihad
6. Hmmm...kayaknya banyak tapi gk laku dan sering disebarkan, yag tw di bagi2 supaya selamat dari
kesalahan., akibat baca buku hasil kitab mereka sendiri dan kitab ulama yang dirusak.

CIRI BUKU-BUKU MEREKA
1. Dari designnya yang khas biasanya ada semacam motif ukiran dalam designnya tidak ada foto atau gambar, biasanya tulisannya dibuat bagus dan dihiasi motif.
2. Dari pengarangnya, biasanya
syekh, ustadz, abu..., bin... , al-..., contoh syekh Nashirudin al-bani, ustadz abu qatadah, syekh abdullah bin baaz, ustadz zaenal abidin,Lc namun title ini tidak pasti hanya biasanya saja kadang ada juga dari kita seperti Syekh Hasan ali assaqaf, mufti mekkah madzhab syafi'i.
3. Dari isinya yakni ulama rujukannya, biasanya melibatkan Imam Ibnu Taimiyyah yang disebut sebagai syaikhul Islam syekh al-bani,syaikh khusaimi, syekh abdullah bin baaz,
5. Menggunakan kata-kata yang khas seperti : ditakhrij, dishahihkan oleh al-bani.

Ini kumpulan sendiri situs2 Wahabi.
Diantaranya:
* assunnah.web.id/ (http://.www.salafi.or.id/)
* Al-Manhaj (http://www.almanhaj.or.id/)
* Muslim.or.id (http://.www.muslim.or.id/)
* Villa Baitullah (http://www.vbaitullah.or.id/)
* Fatwa Ulama (http://www.fatwa-ulama.com/)
* Perpustakaan Islam (http://www.perpustakaan-islam.com/)
* Sholat Kita (http://www.sholat/-kita.cjb.net/)
* Yayasan Dar el-Iman Padang (http://www.dareliman.or.id/)
* Forum Studi Unand Padang (http://forum-unand.blogspot.com/)
* Daarus Sunnah (http:// www.daarussunnah.co.nr/)
* Tarbiyah Singapore (http://www.tarbiyah-sg.info/)
* Manhaj.or.id (http://www.manhaj.or.id/)
* Hakekat Syi’ah Imamiyah (http://www.hakekat.com/)
* Google As Sunnah (http://google.assunnah.web.id/)
* Feed Situs As Sunnah (http://situs.assunnah.web.id/)
* Forum As Sunnah (http://forum.assunnah.web.id/)

Situs Ustadz2 Wahabi:
1.http://ustadzabdulhakim.co.cc/
(Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)
2.http://media-ilmu.com/
(Ustadz Zainal Abidin, Lc)
3.http://abuhaidar.web.id/
(Ustadz Abu Haidar)
4.http://ustadzkholid.com/
(Ustadz Kholid Syamhudi, Lc)
5.http://ustadzaris.com/
(Ustadz Aris Munandar, SS)
6.http://abiubaidah.com/
(Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi)
7.http://ahmadsabiq.com/
(Ustadz Ahmad Sabiq)
8.http://abuzubair.net/
(Ustadz Abu Zubair, Lc)
9.http://abumushlih.com/
(Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi)
10.http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/
(Ustadz Abdullah Roy, Lc)
11.http://basweidan.wordpress.com/
(Ustadz Basweidan, Lc)
12.http://abu0dihyah.wordpress.com/
(Ustadz Marwan)
13.http://addariny.wordpress.com/
(Ustadz Musyaffa Ad-Dariny, Lc)
14.http://abusalma.co.cc/
(Ustadz Abu Salma)
15.http://noorakhmad.blogspot.com/
(Ustadz Abu Ali)

CIRI /KELAKUAN WAHABI BIASANYA
suka memberi gelar yang jelek pada kelompok lain ;
1. NU biasanya disebut sebagai quburiyyin.
2. PKS dan HTI sering disebut sebagai hizbiyyun atau neo-khowarij.
3. Imam al Ghazali digelari sebagai ahlul bid'ah, Na'udzubillah...
4. Bahkan mereka berani mengkritik Sayyidina Umar al-Faruq.
4. Masih Banyak lagi, termasuk mereka Pemalsuan Kitab2 Ulama klasik. TELAH TERBIT JUGA BUKUNYA !!!

Judul"Pemalsuan Kitab-kitab Ulama Oleh Tangan-tangan Salafy Wahabi"
Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik: Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi.
Buku ini adalah buku ke-2 terkait trilogi data dan fakta penyimpangan salafi wahabi. Sebelumnya adalah “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” dan Buku ke-3 rencananya akan terbit dengan judul “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi”.

Adagium yang mengatakan bahwa, buku adalah pengikat ilmu, tidak ada yang mengingkarinya. Lebih dari itu, buku merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Telah berabad-abad lamanya, para ulama terdahulu mewarisi ilmu mereka kepada generasi setelahnya melalui buku yang mereka tulis. Buku menjadi sangat berharga dan penting. la menjadi sandaran utama umat dalam mencari kebenaran dan petunjukTuhan. Lalu, apa jadinya jika buku-buku para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjuk itu dikotori, diselewengkan, bahkan dipalsukan? Ke mana lagi umat ini hendak mencari kebenaran?

Barangkali Anda terperanjat, kasus-kasus penyelewengan Salafi Wahabi dalam hal amanah ilmiah ini sangat banyak dan beragam, sebagaimana yang-insya’Allah-akan dikupas dalam buku ini, seperti: pemusnahan dan pembakaran buku; sengaja meringkas, mentahkik, dan mentakhrij kitab-kitab hadis yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyi-kan hadis-hadis yang tidak mereka sukai; menghilangkan hadis-hadis tertentu yang tidak sesuai dengan faham mereka; memotong-motong dan mencuplik pendapat ulama untuk kemudian diselewengkan maksud dan tujuannya; mengarang-ngarang hadis dan pendapat ulama; memerintahkan ulama mereka untuk menulis suatu buku, lalu mengatasnamakan buku itu dengan nama orang lain; tindakan intimidasi dan provokasi; membeli manuskrip; menyogok penerbit; sampai kepada pencurian buku-buku induk dan manuskrip untuk dihilangkan sebagian isinya, atau dimusnahkan semuanya.

Sering terjadinya kasus-kasus penyelewengan seperti ini dibenarkan oleh ulama-ulama kawakan di Timur Tengah, semisal: Mufti Mesir, Syaikh Prof. Dr. Ali Jum’ah; tokoh ulama Syria, al-Muhaddits asy-Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi; tokoh ulama Maroko, al-Muhaddits as-Sayyid Ahmad al-Ghimari; tokoh ulama Syria, Prof. Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi; tokoh ulama tasawuf di Makah, al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad ibnu Alawi al-Maliki, dan ulama-ulama lainnya.

Sekte Salafi Wahabi sangat menyadari bahwa buku merupakan salah satu media paling efektif untuk ‘mengarah-kan’ umat kepada faham yang mereka inginkan. Karenanya, tidak aneh jika mereka sangat concern dalam ranah per-bukuan, penerbitan, dan penerjemahan. Beragam jenis buku -baik buku kertas maupun e-book/digital- mereka cetak untuk dibagikan secara gratis maupun dengan harga murah.

Barangkali juga terlintas dalam benak Pembaca suatu pertanyaan, mengapa Salafi Wahabi melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji itu? Di antara jawabannya adalah, karena faham penyelewengan, pemalsuan, perusakan, dan pe-lenyapan buku adalah doktrin ulama mereka, sebagai bagian dari upaya memperjuangkan akidah Salafi Wahabi yang mereka yakini paling benar. Anda mungkin tidak percaya, tapi inilah di antara bukti yang menunjukan bahwa, sekte Salafi Wahabi mendoktrinkan para pengikutnya untuk membakar dan melenyapkan buku-buku karya ulama Islam.

Salah seorang tokoh ulama Salafi Wahabi Saudi, Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman menyatakan dalam salah satu bukunya, “Buku-buku semacam ini banyak dimiliki orang dan mengandung akidah-akidah sesat, seperti kitab: al-Fushush dan al-Futuhat karya Ibnu Arabi, al-Budd karya Ibnu Sab’in, Khal’u an-Na’lain karya Ibnu Qusai, ‘Ala al-Yaqin karya Ibnu Bukhan, buku-buku sastra karya Ibnu Faridh, buku-buku karya al-Afif at-Tilmisani, dan buku-buku sejenisnya. Begitu juga kitab Syarh Ibnu Farghani terhadap kasidah dan syair Ibnu Faridh. Hukum semua buku yang semacam ini adalah, dilenyapkan keberadaannya (idzhab a’yaniha) kapan saja buku itu ditemukan, dengan cara dibakar, dicuci dengan air…” (lihat buku Salafi Wahabi: Kutub Hadzdzara minha al-Ulama, karangan Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman, penerbit Dar ash-Shami’i, Riyadh, Saudi Arabia, h. 9)

Murid setia Ibnu Taimiyah sekaligus guru Salafi Wahabi, Ibnu Qayyim al-Jauziyah juga pernah menyatakan, “…Begitu juga, tidak perlu untuk mengganti rugi dalam membakar kitab-kitab sesat dan melenyapkannya (itlafuha).” (Lihat kitab: Zad al-Ma’ad karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, penerbit Muassasah ar-Risalah, vol. 3, Beirut, Lebanon, h. 581).

Dalam bukunya yang lain, Ibnu Qayyim juga berwasiat untuk menghancurkan dan melenyapkan buku-buku bid’ah, “Maksudnya adalah, bahwa kitab-kitab yang mengandung kebohongan dan bid’ah ini wajib untuk dihilangkan dan dilenyapkan. Perbuatan (melenyapkan) ini lebih utama daripada melenyapkan alat-alat hiburan, musik, dan melenyapkan perabot minuman keras. Sungguh bahaya kitab-kitab itu jauh lebih besar dari bahaya-bahaya lain, dan tidak ada ganti-rugi dalam menghancurkan dan melenyapkannya.” (Ibnu Qayyim a-Jauziyah: ath-Thuruq al-Hukmiyah fi as-Siyasah asy-Syar’iyah, penerbit Majma al-Fiqh al-Islami, Jeddah, Saudi Arabia 1428 H., h. 325).

Begitu juga dengan Ibnu Taimiyah, soko guru Salafi Wahabi. Ia telah mengeluarkan fatwa untuk membakar buku-buku yang dianggap bertentangan dengan fahamnya. (Lihat akhir nomor 59 dari kitab al-Akhbar dan kitab al-Jami’ yang digabung dengan kitab Mushannaf Abd ar-Razaq 11/424, dan kitab Mushannaf Ibnu Abu Syaibah 6/211-212, penerbit Dar al-Fikr, bab Tahriq al-Kutub).

Jika kita berbaik sangka, barangkali wasiat dan fatwa Ibnu Taimiyah serta muridnya tentang pembakaran dan pelenyapan buku itu dimaksudkan untuk sesuatu yang baik. Yang menjadi rancu adalah, bid’ah dan sesat yang mereka berdua maksud, tidak sama dengan bid’ah dan sesat yang dimaksudkan oleh sekte Salafi Wahabi, wa bil khusus bid’ah dan sesat versi pendiri Salafi Wahabi, Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Scbagaimana telah dikupas pada buku penulis yang ke-1, “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Nemuanya Termasuk Para Ulama”, Muhammad Ibnu Abdul Wahab -begitu juga para pengikutnya- memang terkenal bengis dan kejam terhadap umat Islam yang tidak sepaham dengannya.
http://ummatiummati.wordpress.com/2011/05/01/terbongkar-pemalsuan-kitab-kitab-ulama-oleh-tangan-tangan-salafy-wahabi/#more-3066
******************************************
APA PUN akan diusahakan oleh sekte Salafi Wahabi untuk membentengi dan memperkokoh ajaran menyimpang mereka yang rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (‘aqli). Di antara cara-cara tak terpuji yang mereka lakukan adalah penyelewengan isi kitab-kitab turats dan makhthuthât (manuskrip) dari teks aslinya, baik dengan menghapus, menambah dan mengubah tulisannya, ataupun membelokkan maksud dan artinya dalam edisi cetakan mereka.

MAKA tidak mengherankan jika Anda menemukan para pengikut Salafi Wahabi begitu fasih mencuplik pendapat ulama Ahlussunnah kenamaan yang selama ini menjadi rujukan Anda. Akan tetapi, jika Anda teliti lebih jauh, ternyata pendapat yang mereka cuplik itu telah diolah sedemikian rupa oleh tangan-tangan terampil para pemalsu kitab!

BUKU ini berisi bukti-bukti ilmiah tentang pemalsuan teks-teks keagamaan yang dilakukan oleh Sekte Salafi Wahabi. Mulai dari kitab tauhid, kitab tafsir, kitab hadits, hingga kitab fikih. Baik karya ulama klasik maupun tulisan ulama kontemporer. Tidak berlebihan jika dikatakan, inilah buku pertama di Indonesia yang membongkar penyelewengan sekte Salafi Wahabi terkait pemalsuan kitab-kitab. Buku ini mengajak siapa saja, para kiai, para ustadz, para santri, hingga para awam, agar mengenal dan mewaspadai cara-cara kurang terpuji yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab demi menopang klaim kebenaran yang mereka propagandakan.
************************************* 
Meski ada tantangan Salafi radikal dan juga Wahabisme yang bersifat trans-nasional dalam beberapa tahun terakhir—masa pasca-Soeharto—tapi Islam washatiyah tidak tergoyahkan. Walaupun demikian, penguatan dan pemberdayaan Islam washatiyah Indonesia tetap diperlukan. (Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

“Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus. Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih-sayang.” (Ust. H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

“Saya merinding membaca buku ini, seakan tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Sebuah realitas tentang Salafi Wahabi yang dikupas secara apik dan rapi dengan bahasa yang menarik dan enak dibaca.” (Dr. KH. Rohimuddin Nawawi al-Bantani al-Azmatkhan, M.A., Pimpinan Lembaga Dakwah dan Irsyad Dar al-Hasani Cairo, Egypt)

“Buku penting! Itulah kesan pertama setelah saya membaca buku ini. Anda tidak akan merugi jika memiliki buku langka ini. Karena pengetahuan di dalamnya sangat berharga. Saya merekomendasikan Anda memiliki buku ini!” (Prof. Dr. KH. Hamdani Anwar, M.A., Guru Besar Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Jakarta)

“Buku ini sangat dahsyat dan mencengangkan, memuat informasi-informasi penting dengan kupasan yang akurat dan ilmiah. Umat Islam perlu mengetahuinya untuk menambah wawasan dan mengenal Islam lebih dalam.” (KH. Wahfiudin, M.B.A., Dai Nasional).

Harga Rp. 50 ribu. Untuk pembelian bukunya silahkan hubungi :
Kantor Pusat :
Jl. Parangtritis Km. 4,4 Salakan Baru No. 1
Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 387194, Fax. (0274) 379430
Email : marketing@lkis.co.id (Pemasaran)

Perwakilan Distribusi Jabodetabek :
Jl. Srengseng Sawah No. 21 Rt. 12 Rw. 07
Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp/Fax. (021) 7874682
Email : lkis_Jabodetabek@lkis.co.id / depok_lkis@yahoo.co.id

Agen Distribusi Wilayah Timur :
Graha Sejahtera Residence Blok G-2 Rt. 04 Rw. 09
Jl. Tirtomulyo, Klandungan, Landungsari, Dau, Malang, Jawa Timur
Telp/Fax. (0341) 461878
Email : lkis_timur@lkis.co.id / elkis_timur@yahoo.com

atau juga Pemesanan via ponsel silahkan hubungi : 0858 7893 3456

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=192608224116517&set=at.192608044116535.42863.100001020232489.100000504615059&type=1&theater

SEMUANYA ADA di link ini klik: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_107101919360938&notif_t=group_activity#!/photo.php?fbid=219892401370912&set=a.157600720933414.37150.100000504615059&type=1&theater

=======================
TELAH TERBIT BUKUNYA !!!

Judul: "SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI; Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama." 
BUKU ini menyingkap hal-hal penting di balik wabah takfîr (pengkafiran), tasyrîk (pemusyrikan), tabdî’ (pembid’ahan) dan tasykîk (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Alussunnah wal Jamaah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, di antaranya tentang:
- Kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW. akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri mereka yang terangkum dalam sabda-sabda beliau.
- Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.
- Fakta-fakta pembunuhan sepanjang sejarah pendirian sekte Salafi Wahabi.
- Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda “Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah” yang mereka usung.
= = =====
“SAYA rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus. Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih-sayang.” (Ust. H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

“BUKU ini layak dibaca oleh siapa pun. Saya berharap, setelah membaca buku ini, seorang muslim meningkat kesadarannya, bertambah kasih-sayangnya, rukun dengan saudaranya, santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan, dan adil dalam menyikapi permasalahan.” (KH. Dr. Ma’ruf Amin, M.A., Ketua Majelis Ulama Indonesia [MUI])

“SAYA sangat bergembira dengan adanya karya ilmiah dari Saudara Syaikh Idahram ini yang merupakan satu karya penting bagi masyarakat muslim Indonesia. Bisa dikatakan, belum ditemukan karya setajam ini sebelumnya dalam mengkritisi Salafi Wahabi.” (Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A., Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [PBNU]).

= = = = =

Kode Buku : PP0108
Judul Buku : SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI; Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama
Penulis : Syaikh Idahram
Kata Pengantar : Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, MA. (Ketua Umum PBNU)
ISBN 10 : 602-8995-00-2
ISBN 13 : 978-602-8995-00-9
Halaman : 278 hlm
Kertas / Ukuran : HVS / 13,5 x 20,5 cm
Cetakan : I, Maret 2011
Katagori : Agama / Sejarah Sekte Salafi Wahabi
Penerbit : PUSTAKA PESANTREN Yogyakarta
Harga : Rp. 50.000,-

Pemesanan bukunya bisa via email : marketing@lkis.co.id / SMS ke 081555726609. Linknya: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.106342932743047.4181.100001020232489
SELENGKAPNYA di link ini klik: http://www.facebook.com/?ref=logo#!/photo.php?fbid=218278974865588&set=a.157600720933414.37150.100000504615059&type=1&theater

=========================
Dan selengkapnya Uraian tentang Wahabi silahkan lihat di link dibawah ini sebagai berikut:  
BUKTI KESESATAN WAHABY DAN HUJJAH ASWAJA TERHADAPNYA (SETIAP MUSLIM HARUS TAU!!!)
URAIAN LENGKAP, SEMUANYA JUGA BISA DILIHAT DI LINK INI klik:http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150151221648962#!/note.php?note_id=10150115186893962

==========================
Hujjah Ahlussunnah Wal Jama'ah Atas Penyimpangan Kaum Wahabiyah
Silahkan beli bukunyaJudul : Hujjah Ahlussunnah Wal Jama'ah Atas Penyimpangan Kaum Wahabiyah (Pengikut Ibn Taimiyah & Muhammad Ibn Abdul Wahhab)
* Ukuran : Buku Saku
* Halaman : 24 hlm
* Penerbit : Pustaka Asy'ari Ciputat
* Penerjemah : Tim Penerjemah LKISA (Lembaga Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah)
* Cetakan : I (Pertama), Februari 2011
* Harga : @Rp. 15.000 (Lima belas ribu rupiah); sudah termasuk ongkos kirim khusus P. Jawa, untuk luar Jawa tambah 5.000 (lima ribu rupiah)
Keterangan Lengkapnya klik:
http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=467604423961&draft#!/album.php?aid=273149&id=351534640896

=========================
Membongkar Radikalisme Sekte Wahabi

BUKU INI
Judul : Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) "edisi revisi"
Penulis : Syekh Fathi al Mishri al Azhari
Penerbit : Pustaka Asy’ari
Cetakan : Tahun 2011
Penerjemah : Asyhari Masduqi, MA
Editor : Abu Zahra
Gambar Cover : Saif Abu Naya
Tebal halaman : 236 halaman
Harga : 50. 000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) Sudah termasuk ongkos kirim khusus P. Jawa, dan tambah 10.000 untuk luar P. jawa
Bila anda berminat silahkan hubungi email berikut: aboufaateh@yahoo.com, atau kirim pesan di kotak Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1789501505
Selengkapnya klik: http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=467604423961&draft#!/album.php?aid=273138&id=351534640896