Hari ini, ketika semua pemimpin lainnya di Malaysia sedang dilupakan, Abuya dan jemaatnya yang mendapatkan perhatian khusus dari pengamat lokal dan asing, dari antara kedua warga biasa dan negarawan nasional.
Kemampuan kepemimpinan terbukti Nya memenuhi syarat dia untuk disebut mujaddid (pembaharu Islam seratus), seperti bahwa ia iri oleh banyak pemimpin Islam lainnya. Kemampuannya untuk mempromosikan Imam al-Mahdi memenuhi syarat baginya untuk disebut Al Fata di Tamimi, karena menurut hadits, orang dengan pengetahuan terbesar Imam al-Mahdi adalah Al Fata benar di Tamimi. Orang yang mempromosikan Imam al-Mahdi tetapi memiliki sedikit pengetahuan dan informasi tentang dia tidak mungkin menjadi nyata Al Fata di Tamimi. Selanjutnya, ketika perubahan ke arah kabar futuristik yang disampaikan oleh dia, meningkatkan kelayakan keberadaannya telah memberikan gelar Sohibuz Zaman (Master Epoch tersebut). Dia muncul sebagai Raja Akhirat - yang paling menakjubkan ciptaan Allah zamannya.
Di bawah ini tercantum bawah seratus atribut ajaib kepadanya bahwa saya telah diidentifikasi. Semua berasal keluar dari intuisi bahwa Allah telah memberi beliau. Pengalaman intuitif Nya adalah mukjizat yang terbesar - dasar atas mana ia menjadi apa dia hari ini. Abuya mengatakan, mujaddid setiap dipantau oleh Nabi Muhammad (saw) sejak konsepsi dalam rahim ibunya. Al Fata di Tamimi peringkat tertinggi dari semua mujaddids dan paling dekat dengan Rasulullah. Selain itu, atribut khusus nya adalah:
Abuya adalah suami dan ayah teladan dalam pernikahan poligami.
Abuya adalah seorang ayah model dan kakek.
Abuya adalah seorang guru dan dosen dengan pengetahuan luas dalam tasawuf dan perjuangan Islam pragmatis.
Abuya adalah seorang penulis produktif buku, puisi dan adages.
Abuya telah menghasilkan pengikut cukup disiplin untuk secara bersamaan menjadi penyembah setia dan penegak kemajuan di dunia dan akhirat.
Abuya mengembalikan semua melampaui batas ke jalan Allah.
Abuya adalah inisiator dari jemaat Islam berskala internasional.
Abuya adalah Melayu pertama yang merintis pengaturan-up bisnis Islam tanpa bergantung pada pinjaman bank.
Abuya adalah seorang pekerja dakwah Islam yang efektif pendekatan menekankan cinta dan kasih, pada saat banyak orang lain mengeksploitasi militansi dan politik dalam perjuangan mereka untuk Islam.
Abuya adalah nasihat-pendidik yang telah menyelamatkan keluarga berantakan banyak.
Abuya mengangkat wanita Muslim untuk berjuang untuk menerapkan Islam dan tanpa melanggar hukum Islam dan aturan kesopanan dan kesucian wanita.
Abuya mendidik istri untuk mentaati suami mereka, dan menghormati mereka sebagai kepala keluarga.
Abuya telah mengubah Melayu menjadi pelaksana doa-doa harian pada jam-jam awal waktu sholat yang ditunjuk.
Abuya adalah tokoh utama yang bertanggung jawab untuk mempopulerkan budaya menutupi aurat (bagian tubuh yang dilarang dari yang publik terbuka) di antara perempuan Muslim di Malaysia, Indonesia dan Asia.
Abuya memberdayakan pengikut laki-laki dengan kapasitas untuk memakai tutup kepala ketika mereka keluar dari rumah mereka. Dalam Islam, itu adalah pelanggaran bagi pria untuk tidak menutup kepala mereka di luar.
Abuya selalu memakai sorban dan rida '(selendang ditempatkan di atas bahu) dan olahraga jenggot.
Abuya memperkenalkan hiburan Islam yang, bukan perhatian mengganggu, sebenarnya mengilhami kesadaran Allah.
Abuya menghidupkan kembali keyakinan akan hari kiamat dan Bidang Mahsyar, seperti bahwa manusia mempersiapkan diri untuk Hari.
Abuya menghidupkan kembali kinerja konstan salat berjamaah.
Abuya menanamkan gaya hidup koperasi, rasa kebersamaan, semangat saling membantu dan persahabatan antara anggota jemaatnya.
Abuya meyakinkan Muslim tidak pasti dan skeptis tentang Imam al-Mahdi. Beberapa mungkin telah mendengar tentang Imam al-Mahdi selama masa kecil mereka, tetapi mereka lupa tentang dia atau menjadi bingung.
Abuya menanamkan rasa penyesalan (lebih dari kesalahan mereka) di antara para pengikutnya.
Abuya mengajarkan orang untuk takut dan mengasihi Allah.
Abuya implan di pengikutnya pertobatan terus-menerus, bahkan setelah mereka melakukan shalat atau tindakan lain dari ibadah.
Abuya mengajarkan kerendahan hati untuk para pengikutnya, yang dengan demikian bersedia untuk memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain.
Abuya mengajarkan pengikutnya untuk selalu berdoa untuk satu sama lain.
Abuya mengajarkan istri poligami untuk bersabar, toleran dan peduli antara satu sama lain.
Abuya menghasilkan mereka yang berusaha untuk membuat toko dan proyek tanpa meminjam uang, tetapi bukan tergantung pada taqwa terhadap Allah sebagai modal.
Abuya mempromosikan kata-kata baru ke dalam dunia perjuangan Islam seperti mahmudah (sifat baik), mazmumah (sifat jahat), mujahadah (mengatasi sifat jahat), istiqamah (keteguhan), jama'ah (jemaat), wirid (nyanyian keagamaan), dan juga baru konsep-konsep seperti penebusan dosa, koreksi diri sendiri, promosi Allah sebagai modal, zikir Agung (yang Remembrance Agung), KUAT Jiwa (kuat hati), pemimpin dengan karakter Rasul dan nabi, perjuangan yang dijanjikan dan lainnya.
Abuya membawa anak-anaknya dan anak-pengikutnya 'ke dalam wilayah perjuangan Islam, praktek Islam dan Tuhan-kesadaran dari tahun-tahun awal mereka. Aktivis Muslim yang gagal untuk membawa istri dan anak-anak dalam perjuangan mereka.
Abuya menghidupkan kembali sistem komunikasi terbatas antara jenis kelamin. Mereka berinteraksi satu sama lain, tetapi dengan cara yang terkendali dan aman.
Abuya membuat grup penghibur di jemaatnya, terdiri dari artis, aktor, film penari, dan direktur teater, kamera dan ahli sistem PA, musisi dan kru lain, tapi menganut gaya hidup mereka dengan hukum Islam.
Abuya melatih para pengikutnya untuk menjadi pengamat konstan berjaga malam - berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dan sifat-sifat jahat seperti iri hati, temperamen buruk, kesombongan, kekikiran dan lainnya.
Abuya menanamkan patriotisme dan ketundukan total (kepada Allah) ke dalam hati para pengikutnya sehingga untuk memastikan bahwa upaya perjuangan tersebut murni berdasarkan penyebab Islam, bukan penyebab Melayu.
Abuya berhasil membebaskan roh pengikutnya 'dari yang berorientasi uang dalam kehidupan, dengan menanamkan iman total dalam Allah, Yang Maha Memberi.
Abuya menghasilkan siswa untuk siapa hidup kekal mereka di akhirat adalah prioritas di atas dunia fana.
Abuya berhasil mengubah pengikut wanitanya dari takut poligami untuk menerimanya. Bahkan, semua anak perempuan poligami prakteknya.
Abuya mengajarkan anak-anaknya dari istri berbagai untuk mencintai di antara mereka sendiri, dan menghormati ibu tiri mereka.
Abuya meyakinkan Melayu yang mayoritas pengikutnya yang hidup mandiri lebih baik dan lebih terhormat daripada menjadi pekerja upahan.
Abuya menghidupkan kembali mereka yang telah mengabaikan agama mereka untuk menjadi praktisi yang taat agama.
Abuya memurnikan Islam dari semua konsep sekuler, kembali menjadi sebuah keyakinan Tuhan berorientasi sepenuhnya.
Abuya membersihkan dari hati pengikutnya kepercayaan bahwa mempraktikkan Islam lebih baik tanpa mengadopsi setiap aliran pemikiran (seperti yang diajarkan oleh sekte Wahabi). Dia memenuhi mereka dengan denominasi berbasis ajaran, sehingga mengaktifkan kembali hati mereka. Wahhabi ajaran telah dihapuskan jiwa Islam dan teologinya.
Abuya melindungi pengikutnya dari pengaruh Syiah. Abuya membela Nabi Muhammad (saw) dan keluarganya dan sahabat di depan pengikutnya. Mereka diangkat ke posisi paling tinggi dan dihormati dalam pikiran dan hati para pengikutnya. Abuya menghapuskan prasangka terhadap mereka.
Abuya mengatakan bahwa Allah tidak bisa dilupakan bahkan untuk sekejap. Abuya praktek Allah kesadaran seperti itu dan melatih murid-muridnya juga.
Abuya mengajarkan bahwa shalat adalah merupakan tindakan ibadah mampu membangun atribut mulia. Ia menuntun mereka secara rohani sehingga mereka dapat memahami doa-doa mereka dan melakukan mereka dalam pengabdian total. Banyak dari para pengikutnya telah berubah dari karakter mereka sebelumnya negatif.
Abuya memperkenalkan Zikr Agung (nyanyian) mampu menghasilkan kategori etnis Ikhwan dan Asoib. Abuya memberikan kursus kepada para pengikutnya dalam pelatihan teori, praktek dan intensif, termasuk di dalamnya berbagai macam tugas sehingga untuk meningkatkan para pengikutnya sebagian besar Melayu dari lamban ke dalam berjuang dan mengabdikan Melayu, dengan bantuan Allah SWT. Ini Melayu baru, kata Abuya, mampu menyelamatkan dunia, menyeimbangkan dunia dan di akhirat, dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsa.
Abuya mengubah buruk-santun anak-anak menjadi anak-anak yang membantu, menghormati dan melayani orang tua mereka.
Abuya berubah pemarah ibu ke ibu yang pasien dan penuh kasih terhadap anak-anak harapan mereka.
Abuya menyelamatkan remaja liar mencengkeram dalam merokok, pacar, ganti amoral, kekasaran terhadap guru dan orang tua, penyalahgunaan obat, alkohol dan semua praktek yang merusak dan jahat lainnya; dengan menanamkan iman kepada Allah dalam hati mereka.
Abuya rectifies sistem menyimpang dari keyakinan dan emosi di antara manusia. Cara mereka berpikir, percaya dan merasa sesat, dimana mereka melihat kesenangan dan menemukan kebahagiaan palsu dalam kesenangan duniawi. Oleh karena Abuya mengoreksi visi rohani mereka sehingga mereka melihat bahwa Allah adalah segalanya dan hidup untuk Allah adalah kebahagiaan. Setelah berlatih sistemnya, orang menemukan kebenarannya.
Abuya memiliki hampir 1000 motivator dari berbagai tingkatan - anak, remaja dan dewasa - untuk menghubungkan pikiran dan pengalaman ke seluruh dunia.
Abuya memiliki banyak cucu, terlalu banyak baginya untuk mengingat semua nama mereka, tetapi anehnya, mereka semua mencintai dan menghormati dia mahal. Hal ini karena Abuya mengajarkan dari akal dan jiwanya. Dia mencari bantuan Allah untuk ikatan hati mereka bersama-sama. Dengan demikian, Injil adalah kekuatan Allah yang memicu cinta dan hormat terhadap kakek mereka.
Abuya membagi manusia menjadi dua kelompok, 'orang-orang intelek' dan 'orang jiwa. Filsuf adalah pemimpin dari kelompok mantan. Para nabi dan rasul Allah adalah pemimpin dari kelompok yang terakhir. Abuya berusaha untuk membawa orang ke dalam kelompok kedua, karena menurut dia, 'orang-orang intelek' tidak dijamin keselamatan di akhirat.
Abuya adalah contoh dari 'orang jiwa. Jiwanya sangat aktif, terutama ketika tubuhnya turun dengan penyakit fisik, atau dalam tahanan (bawah perintah pembatasan). Bukti bahwa jiwanya aktif dalam kondisi seperti itu dapat dilihat dalam hasil perjuangannya. Ketika ia masih di luar negeri dan tidak bisa kembali ke Malaysia untuk memenuhi pengikutnya, jemaatnya tetap terus berkembang. Setelah ia ditahan (di bawah ISA) dan jemaatnya dilarang, pengikutnya akhirnya datang bersama lagi dan menghidupkan kembali umat itu (hanya dengan nama yang berbeda). Ia selama penyakit parah bahwa jemaatnya mendapatkan popularitas luas.
Abuya adalah pemuja bersemangat, seperti terlihat dalam ketaatan yang konsisten dari doa, selalu dilakukan segera pada waktu dan berjamaah sepanjang hidupnya. Malam doa berjaga juga rajin diamati.
Abuya adalah ulama benar-benar takut akan Allah. Nya memiliki keberanian luar biasa untuk meninggalkan semua sistem sekuler kehidupan lainnya, di pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, seni dan budaya medis, dan bidang pendidikan, dan menggantinya dengan sistem Islam sendiri seperti yang dikembangkan dalam jemaatnya. Dalam melakukannya, ia harus menghadapi kemarahan pemerintah. Tapi Abuya bersedia mengambil risiko apa pun demi melindungi hak-hak Allah dan menghindari murka-Nya.
Abuya sangat ditentang oleh para ulama resmi, karena ia tidak pernah melihat mata ke mata dengan mereka. Mereka menuduh dia menjadi licik, jahat, bodoh, dll, tapi secara ajaib, pengaruh Abuya itu memperbesar dan perjuangannya menjadi lebih dapat diterima baik lokal maupun luar negeri.
Abuya memiliki lidah emas. Perjuangannya diberkati. Kata-katanya mudah diikuti oleh orang lain. Tindakannya mudah diterima. Oleh karena itu ia dihormati oleh teman maupun lawan. Hambatan yang aman diatasi. Rahasianya adalah bahwa Abuya lebih bergantung pada kekuatan spiritual dalam segala usaha, bukan hanya pada kemampuan mental dan fisik, sehingga membuka jalan untuk milik Allah dan bantuan kekuatan gaib-Nya '. Jadi dia menang atas, fisik pikiran orang dan hati.
Abuya membuat pengikutnya mempertahankan perasaan ketidakamanan, ketidakpastian dan ketidakberdayaan, meskipun mereka mungkin telah memberikan segala sesuatu dalam upaya dan pengorbanan. Hanya Allah aman, yakin dan mampu.
Abuya berhasil memproduksi mereka yang terus-menerus meratap untuk nasib mereka di akhirat, terutama setelah melakukan doa mereka.
Abuya menghasilkan dokter dari antara pengikutnya yang mampu mengobati penyakit umum dan langka yang tidak dapat diobati oleh dokter biasa.
Abuya menghasilkan pengusaha sukses dari antara pengikutnya, yang sejajar dengan angka perusahaan dibesarkan dalam sistem sekuler.
Bahkan selama sakit, Abuya dapat mencapai prestasi baru bagi dirinya dan perjuangannya. Dia bisa membaca orang yang lebih akurat dengan intuisi. Pengetahuan dan ide-ide menjadi lebih halus. Strateginya menjadi lebih global, membuat musuh-musuhnya menyesal sia-sia. Ia juga mendapatkan pengikut lebih dari jajaran berbagai, sementara pemerintah menjadi lebih lentur.
Dari sistem pendidikan nya, Abuya menghasilkan penulis populer, penulis naskah, komposer, novelis dan jurnalis, mengakui baik lokal maupun luar negeri. Mereka menjadi produsen, penerbit dan pedagang berbagai produk media cetak. Ini pada gilirannya diterjemahkan ke dalam bahasa nasional berbagai, semua membawa pesan Allah.
Abuya juga memiliki studio dengan peralatan mereka semua audio, video dan multi-media yang menghasilkan berbagai produk elektronik untuk membantu menyampaikan pesannya ke seluruh dunia. Semua mereka yang terlibat di sektor ini adalah murni diajarkan dan dilatih oleh Abuya. Sementara keahlian mereka awalnya berasal dari sistem teknologi konvensional, tetapi keterampilan mereka diasah ketika mereka memperoleh berkah dari Allah SWT, sebagai hasil dari penerapan sistem Abuya tentang taqwa.
Abuya pernah dikenal sebagai produsen makanan halal Islam seperti bihun, sambal, kecap dan kacang-dadih. Tentu saja Abuya tidak menghasilkan semua ini dengan tangannya sendiri, tetapi mereka diproduksi oleh para pengikutnya di bawah bimbingan dan pengawasan. Abuya kini mendirikan kembali produksinya tanaman yang pernah secara paksa ditutup.
Abuya berbicara tentang masa depan besar Melayu. Tidak ada pemimpin Melayu yang pernah terjadi dengan seperti visi optimis. Dia mengatakan bahwa Melayu akan menjadi seperti orang Arab selama supremasi mereka. Mereka akan menjadi sebuah kerajaan untuk menggantikan Barat menurun. Melayu akan mengalahkan Amerika dan Yahudi, mendominasi negara-negara Arab, menaklukkan Palestina dan mendapatkan kembali Masjid Al Aqsa. Melayu juga akan menjadi pengasuh dari Haramayn tersebut.
Abuya memiskinkan keluarga dan diri pribadinya untuk memperkaya jemaatnya. Tapi mereka masih hidup nyaman di kemakmuran Allah SWT. Allah akan memberikan segala sesuatu yang diperlukan, bahan atau sebaliknya, selama seseorang bersedia untuk membuat memperbaiki diri sendiri. Orang mengatakan bahwa Abuya adalah kaya. Ya, tapi dengan jenis kekayaan belum pernah terjadi sebelumnya. Jemaat yang kaya, tetapi anggotanya miskin. Seperti keadaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa para hamba-Nya berhasil dalam dunia ini dan juga mendapatkan keselamatan di akhirat.
Abuya memiliki karakter yang menerima kedua percobaan dan karunia dengan disposisi netral. Mereka tidak mempengaruhinya apapun, baik berasal dari Allah. Sikap tersebut berlaku untuk membuktikan bahwa Abuya memiliki sifat mulia yang tiada bandingnya oleh siapa saja.
Abuya berdoa untuk musuh-musuhnya. Ia memperlakukan mereka yang menyakitinya dengan kebaikan. Dia berusaha untuk membawa semua orang untuk keselamatan, teman maupun lawan.
Abuya tidak akan menyerang siapa pun dalam kuliah. Firman-Nya adalah untuk membawa orang kepada pertobatan dan penyesalan. Tidak peduli seberapa buruk adalah salah satu pendengarnya, orang tidak akan rusak dalam sesi Abuya itu.Setiap orang diberi kesempatan untuk diajarkan, dibimbing dan dicintai. Abuya karena itu dihormati bahkan oleh musuh-musuhnya.
Abuya tidak menjawab tuduhan mencemarkan nama baik juga tidak menyerang dia pemfitnah nya. Dia mengatasi serangan tersebut mengoreksi dirinya sendiri, karena Allah akan melindunginya, seperti yang selalu terjadi.
Abuya tidak memanjakan anak-anaknya juga tidak memungkinkan mereka hidup dalam kemewahan. "Kedua hanya akan memanjakan mereka," kata Abuya. Dengan demikian, anak-anaknya hidup seperti anak-anak miskin atau anak yatim lakukan, bahkan di rumah ayah mereka, tapi di asrama. Mereka diberi pengayaan spiritual, bukan untuk membantu mereka mencapai Allah SWT. Allah Maha bahwa salah satu kebutuhan untuk bertahan hidup di dunia ini.
Abuya sekolah dan pusat pelatihan menghasilkan pemuda yang mendapatkan kedua dunia dan akhirat. Mereka membaca Al-Qur'an, melakukan doa-doa, nyanyian dan mengamati berbagai tindakan ibadah lainnya penuh gairah, sementara mereka secara bersamaan menjalani pelatihan keterampilan. Mereka lulus dari lembaga-lembaga ini untuk menjadi pengusaha yang takut akan Allah.
Abuya berhasil menghidupkan kembali lahan tandus tanah pada saat Melayu tidak lagi tahu bagaimana mengembangkannya. Siswa Abuya, sebagai akibat dari yang telah diberikan Allah dan taqwa sebagai modal mereka dan untuk mereka menolak setiap pinjaman, telah dikembalikan lama ditinggalkan kegiatan pertanian di lahan tersebut.
Abuya juga menghidupkan ditinggalkan kolam ikan, ditutup oleh merugi perusahaan Melayu. Abuya telah membuktikan bahwa dengan taqwa, Melayu dapat membangun kembali perusahaan yang hampir mati tanpa bantuan siapa pun. Seperti sebuah prestasi telah mengambil badan pertanian resmi di Malaysia terkejut.
Abuya juga menghidupkan peternakan dan rumah pemotongan hewan ternak diabaikan. Sistem pendidikan Abuya itu benar-benar membuktikan bahwa hal itu dapat memulihkan semangat Melayu industri. Meskipun meninggalkan uang sebagai modal, proyek Abuya yang berkembang. Uang akan datang, bahkan dari sumber yang tidak dikenal dan tak terduga, ketika pengurus proyek memiliki iman dan taqwa kepada Allah. Allah akan menyediakan mereka dengan yang diperlukan. Ini selalu menjadi kebijakan Abuya, dan sekarang telah dibuktikan dengan kepemilikan Abuya dari kawanan kambing, sapi dan kerbau, dibesarkan di situs proyek ditinggalkan. Pengikut Abuya itu, karena upaya tak kenal lelah dalam membersihkan hati dan memperkaya jiwa mereka, menjadi alami apt dalam kegiatan tersebut, tanpa harus mengambil setiap kursus. Bahkan, orang lain datang untuk belajar dari mereka.
Abuya adalah sangat sabar dan rendah hati. Dia bersedia untuk mengajar dan merawat siswa bandel nya selama yang dibutuhkan. Dia tidak tergesa-gesa dalam menentukan hukuman. Tapi setelah periode tertentu, Abuya bisa sangat tegas dalam menghukum mereka (untuk membuat mereka menyadari kesalahan mereka dan kesalahan).
Abuya mengetahui dan memuja Allah mahal. Seluruh hidupnya diabdikan kepada-Nya, Cinta Agung-Nya. Kata-katanya, tulisan dan tindakan Allah SWT membuka sangat dalam, jauh melampaui kemampuan normal manusia. Di antara kata-katanya adalah:
"Kami berdua saling mengasihi
Biarlah kekal, Ya Allah ".
Abuya juga mengatakan:
"Bagaimana aku bisa melupakan Engkau, ya Allah".
Dia meminta para pengikutnya untuk mengelilingi dunia untuk mempromosikan Allah SWT.
Abuya tidak pernah dirinya ke dalam utang, dan menghambat pengikutnya dari uang karena siapa pun. Mereka yang gagal untuk menghapus utang mereka dianggap sebagai kegagalan dipertimbangkan. Kliring utang, menurut Abuya, adalah dengan rohani mengoreksi diri sendiri.
Abuya memperlakukan penyakit sebagai pendamaian bagi dosa-dosanya. Penyakit adalah tanda kasih Allah dan perawatan. Oleh karena Abuya tetap tenang meskipun harus menahan rasa sakit yang parah. Di tengah kondisi yang sakit, ia terus menulis dan melaksanakan tugas-tugas di jalan perjuangan.
Abuya sering memecahkan krisis di antara pasangan dan anggota rumah tangga, dalam partai atau jemaat, selama fungsi yang melibatkan kelompok-kelompok politik yang berbeda seperti KEADILAN, UMNO, PAS dan DAP. Di hadapan Abuya, mereka berdamai satu sama lain, meskipun yang berumur pendek. Bersama, mereka mendengarkan pandangan Abuya dan pendapat tentang berbagai subjek.
Abuya telah menerima kunjungan oleh tokoh-tokoh asing terkemuka seperti Gus Dur dan jenderal militer beberapa dari Indonesia, perwakilan dari Thailand istana kerajaan, dan para menteri dari Yordania. Tamu lainnya adalah dari kalangan politisi, pejabat pemerintah, tokoh perusahaan, badan-badan Islam, penyanyi, aktor dan aktris, penulis, tokoh non-Muslim dan lainnya.
Abuya dicari oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat, baik lokal maupun asing. Abuya terus menerima tamu bahkan saat berada dibawah penahanan ISA. Mereka datang dari Timur Tengah, Eropa, Australia, Amerika Serikat, Cina, Filipina, Singapura, Indonesia, Uzbekistan, India, Pakistan, Brunei dan Malaysia sendiri.
Abuya telah dikonversi banyak non-Muslim ke dalam Islam. Mulai dari dakwahnya di Sabah dan Sarawak, lanjutnya misi ke Thailand, Cina, Filipina, dan Uzbekistan.
Keluarga Abuya yang menjadi dasar dan keluarga model perjuangannya, ketika istri dan anak-anaknya menjadi tokoh penting dalam jemaatnya. Ini jarang terjadi kepada para pemimpin Islam.
Abuya kompeten bisa menyanyi nasyeeds Islam (lagu) dengan suaranya lembut dan serak. Dia pernah menjadi pembaca umum yang diakui Quran. Tak heran bahwa anak-anaknya mewarisi suara menarik nya.
Abuya telah menyelamatkan sebuah perusahaan bus, Regal Perjalanan, dari kebangkrutan. Regal Perjalanan kini dimiliki oleh Perusahaan Rufaqa '.
Abuya telah mengembangkan pusat tentang kegiatan dari tingkat penyelesaian di bawah standar di Sungai Penchala, dengan sebuah kota modern. Mall perayaan, seperti yang sekarang dikenal, menjadi tuan rumah kompleks Abuya ekonomi dan pendidikan. Terletak di Rumah Negara Bandar, sebuah kota baru di Selangor. Ini telah setelah melarang pemerintah dan pembubaran Darul Arqam pada tahun 1994. ISA ini punitively diterapkan terhadap Abuya, tapi bukan memberi jemaatnya reputasi kuat.
Abuya yang terus-menerus diserang oleh segala macam ilmu hitam dari semua sudut. Keluarga dan pengikut bertahan serangan yang sama. Sihir seharusnya diberikan pengikutnya mati, gila, lumpuh dan bodoh. Tapi, masya Allah, pengikutnya belum terpengaruh oleh ilmu hitam.
Abuya tidak memiliki rumah pribadi. Tapi tamu kongregasi yang dipimpinnya rumah, tersebar di seluruh negeri, dipersiapkan untuk penggunaan nya kapan saja. Untuk bergerak di sekitar di kejauhan, papan Abuya pada kelas penerbangan.
Abuya memiliki pengikut yang loyalitas dan ketaatan tidak kurang dari itu dari seorang anak untuk orang tuanya.Perempat iri telah demikian menuduhnya negatif mendorong kultus kepribadian yang berbatasan dengan fanatisme. Para penuduh tahu dengan baik bahwa pemimpin adalah berhasil bila ia dapat membuat dirinya ayah dan ibu dari pengikutnya, sehingga mereka dapat bergantung pada dan mencari perlindungan darinya.
Abuya diuji oleh Allah beberapa pengikut mantan menjadi lawan-lawannya dan bahkan saingan. Mereka berharap untuk mendirikan sebuah jemaat alternatif yang akan lebih baik daripada Abuya, namun tanpa faedah. Bahkan, mereka telah dipermalukan, harus menjalani hidup sengsara dengan masalah yang berkepanjangan.
Abuya sekarang memiliki lebih dari 700 outlet bisnis. Pengikut-Nya telah menetapkan proyek aneka atas namanya di seluruh dunia. Abuya tidak dapat mengunjungi semua dari mereka tetapi mereka berjalan dengan baik. Pengikutnya menangani proyek-proyek ini secara bertanggung jawab dan jujur; mempertahankan, melindungi dan memperluas mereka dari waktu ke waktu, sebagai tanda untuk membayar perbuatan Abuya dalam memimpin dan membimbing mereka menuju keselamatan kekal.
Abuya memiliki enam ulama Muslim terkemuka di dunia sebagai pendukung mendalamnya.
Abuya telah menarik perhatian para peneliti untuk menulis tesis tentang resep dan formula perjuangan Abuya itu.Perjuangan Abuya ini adalah unik dalam memperoleh perhatian dunia. Abuya terkait urusan yang dibahas di mana-mana.
Abuya yang menjadi hak seorang (pembaharu Islam seratus) mujaddid, prestasinya diberikan luar biasa. Banyak orang mengakui bahwa Abuya adalah mujaddid untuk abad ini. Meskipun upaya yang dilakukan untuk menyangkal hal ini, klaim menopang jauh dan luas.
Abuya adalah Fata di Tamimi (orang dari suku Tamim). Kriteria utama kualifikasi dia untuk judul ini adalah keberhasilannya dalam mempromosikan nama Imam al-Mahdi ke garis depan agenda Islam.
Abuya juga Zaman Sohibuz (Master Epoch tersebut), karena tampaknya era, terutama di Malaysia, telah kembali bermotif dengan sentuhan ajaib Abuya itu. Dunia berubah sesuai dengan desain Abuya itu!
Allah menganugerahi Abuya dengan 'kekuatan' tak terlihat, di mana semua keajaiban berlaku. Karamah (keajaiban) terjadi di tangan tokoh saleh berdasarkan seperti 'kekuatan'. Siapa pun berdoa kepada Allah dalam nama kekuasaan ini, dengan kehendak Allah, juga diberikan kekuatan besar ini.
Today, when all other leaders in Malaysia are being forgotten, Abuya and his congregation are gaining special attention from local and foreign observers, from among both ordinary citizens and national statesmen.
His evident leadership capabilities qualify him to be called a mujaddid (centennial Islamic reformer), such that he is envied by many other Islamic leaders. His ability to promote Imam al-Mahdi qualifies him to be called Al Fata at Tamimi, because according to hadiths, the person with the greatest knowledge of Imam al-Mahdi is the true Al Fata at Tamimi. One who promotes Imam al-Mahdi but has little knowledge and information about him cannot possibly be the real Al Fata at Tamimi. Subsequently, when the changes in the direction of the futuristic news conveyed by him, raises the feasibility of his being conferred the title Sohibuz Zaman (Master of the Epoch). He emerges as the King of the Hereafter - the most miraculous of God’s creations of his time.
Below are listed down one hundred miraculous attributes of him that I have identified. All these stem out from the intuition that Allah has endowed him with. His intuitive thoughts are his greatest miracle - the basis upon which he becomes what he is today. Abuya says, every mujaddid is monitored by the Prophet Muhammad (PBUH) since his conception in his mother’s womb. Al Fata at Tamimi ranks the highest of all mujaddids and is closest to the Messenger of Allah. Apart from this, his special attributes are:
Abuya is an exemplary husband and father in a polygamous marriage.
Abuya is a model father and grandfather.
Abuya is a teacher and lecturer with vast knowledge in Sufism and pragmatic Islamic struggle.
Abuya is a prolific writer of books, poems and adages.
Abuya has produced followers disciplined enough to simultaneously become devoted worshippers and upholders of progress in the world and the Hereafter.
Abuya returns all transgressors to the path of Allah.
Abuya is the initiator of an Islamic congregation of international stature.
Abuya is the first Malay to pioneer the setting-up of Islamic businesses without relying on bank loans.
Abuya is an effective Islamic da’wah worker whose approach stresses love and care, at the time when many others exploit militancy and politics in their fight for Islam.
Abuya is a counsel-educator who has saved many broken families.
Abuya elevates Muslim women to strive for and practice Islam without transgressing the laws of Islam and the rules of modesty and female chastity.
Abuya educates wives to obey their husbands, and respect them as heads of families.
Abuya has transformed the Malays into performers of the daily prayers in the early hours of the designated prayer time.
Abuya is the main figure responsible for popularizing the culture of covering the awrah (body parts which are forbidden from being publicly exposed) among Muslim women in Malaysia, Indonesia and Asia.
Abuya empowers his male followers with the capacity to wear headgear when they go out of their houses. In Islam, it is a transgression for men not to cover their heads outside.
Abuya constantly puts on the turban and rida’ (a shawl placed over the shoulder) and sports a beard.
Abuya introduces Islamic entertainment which, instead of distracting attention, actually inspires awareness of God.
Abuya revives the belief in the Day of Judgment and the Field of Mahsyar, such that humans prepare themselves for the Day.
Abuya revives the constant performance of congregational prayers.
Abuya inculcates a cooperative lifestyle, the feeling of togetherness, the spirit of mutual help and camaraderie among members of his congregation.
Abuya convinces uncertain and sceptical Muslims about Imam al-Mahdi. Some may have heard about Imam al-Mahdi during their childhood, but they had forgotten about him or become confused.
Abuya instils the feeling of remorse (over their wrongdoings) among his followers.
Abuya teaches people to fear and love God.
Abuya implants in his followers persistent repentance, even after they have performed prayers or other acts of worship.
Abuya teaches humility to his followers, who are thereby willing to forgive and apologize to others.
Abuya teaches his followers to always pray for one another.
Abuya teaches polygamous wives to be patient, tolerant and caring among each other.
Abuya produces those who strive to set up shops and projects without borrowing money, but instead depend on taqwa towards God as capital.
Abuya promotes new words into the world of Islamic struggle such as mahmudah (good traits), mazmumah (evil traits), mujahadah (overcoming evil traits), istiqamah (constancy), jama’ah (congregation), wirid (religious chants); and also new concepts such as the atonement of sins, correction of oneself, promotion of God as the capital, Zikir Agung (the Supreme Remembrance), kuat jiwa (strong-hearted), leader with characters of a Messenger and a prophet, the promised struggle and others.
Abuya brings his children and his followers’ children into the realm of Islamic struggle, Islamic practices and God-consciousness from their early years. Many Muslim activists fail to bring along their wives and children in their struggle.
Abuya revives the system of restrictive communication between the genders. They do interact with each other, but in a controlled and safe manner.
Abuya creates a group of entertainers in his congregation, comprised of artistes, actors, dancers, film and theatre directors, camera and PA system experts, musicians and other crews, but their lifestyle adheres to the laws of Islam.
Abuya trains his followers to be constant observers of night vigil – praying and lamenting over their sins and evil traits such as envy, bad temper, arrogance, stinginess and others.
Abuya instills patriotism and total submission (to Allah) into the hearts of his followers so as to ensure that the pursuit of the struggle is based purely on the Islamic cause, not the Malay cause.
Abuya successfully frees his followers’ spirit from being money-orientated in life, by instilling total faith in God, the Most Providing.
Abuya produces students for whom their eternal lives the Hereafter are a priority over the mortal world.
Abuya successfully converts his female followers from fearing polygamy to accepting it. In fact, all his daughters practice polygamy.
Abuya teaches his children from various wives to be loving among themselves, and respectful towards their stepmothers.
Abuya convinces his Malay-majority followers that living independently is better and more honourable than being wage earners.
Abuya revives those who have neglected their religion to become devout practitioners of the religion.
Abuya purifies Islam from all secular concepts, returning it into a wholly God-oriented conviction.
Abuya cleanses from the hearts of his followers the belief that practicing Islam is better without adopting any school of thought (as taught by the Wahhabi sect). He fills them with denomination-based teachings, thus re-activating their hearts. Wahhabi teachings had wiped out the souls of Islam and its theology.
Abuya protects his followers from the Shiite influence. Abuya defends the Prophet Muhammad (PBUH) and his family and companions in front of his followers. They are raised to the loftiest position and revered in the minds and hearts of his followers. Abuya wipes out any prejudices against them.
Abuya says that Allah cannot be forgotten even for an instant. Abuya practices such God-consciousness and trains his students likewise.
Abuya teaches that the daily prayers are the greatest act of worship capable of building noble attributes. He guides them spiritually so they can understand their prayers and perform them in total devotion. Many of his followers have changed from their previously negative characters.
Abuya introduces the Supreme Zikr (chants) capable of generating the Ikhwan and Asoib ethnic categories. Abuya gives courses to his followers in its theory, practice and intensive training, including in them various kinds of assignments so as to elevate his mostly Malay followers from sluggish into striving and devoted Malays, with the help of Allah SWT. These new Malays, says Abuya, are capable of salvaging the world, balancing the world and the Hereafter, and saving the Al-Aqsa Mosque.
Abuya transforms bad-mannered children into kids who help, respect and serve their parents.
Abuya changes ill-tempered mothers into mothers who are patient of and loving towards their hopeful children.
Abuya rescues wild teenagers gripped in smoking, girlfriends, amoral dressing, rudeness towards teachers and parents, drug abuse, alcohol and all other damaging and devilish practices; by inculcating faith in God in their hearts.
Abuya rectifies the distorted system of belief and emotion among humans. The way they think, believe and feel have gone astray, whereby they see pleasures and find false happiness in worldly pleasures. Hence Abuya corrects their spiritual vision so that they see that Allah is everything and living for Allah is happiness. After practicing his system, people discover its veracity.
Abuya has almost 1000 motivators of various levels – children, teenagers and adults – to relate his mind and thoughts to the whole world.
Abuya has many grandchildren, just too many for him to remember all their names, but oddly, all of them love and respect him dearly. This is because Abuya teaches from his intellect and soul. He seeks Allah’s help to bond their hearts together. Thus, it is the power of Allah that sparks love and reverence towards their grandfather.
Abuya divides humankind into two groups; ‘people of the intellect’ and ‘people of the soul’. Philosophers are the leaders of the former group. The prophets and Messengers of God are leaders of the latter group. Abuya strives to bring people into the second group, because according to him, ‘people of the intellect’ are not guaranteed salvation in the Hereafter.
Abuya is an example of a ‘person of soul’. His soul is very active, especially when his body is down with physical ailments, or is in detention (under restriction order). Evidence that his soul is active under such conditions can be seen in the results of his struggle. When he was overseas and could not return to Malaysia to meet his followers, his congregation nevertheless continued to expand. After he was detained (under the ISA) and his congregation banned, his followers eventually came together again and revived the congregation (only under a different name). It was during his severe illness that his congregation gained widespread popularity.
Abuya is an ardent devotee, as is visible in his consistent observance of prayers, always performed promptly on time and in congregation throughout his entire life. Night vigil prayers are also avidly observed.
Abuya is a truly God-fearing ulama. His has the exceptional bravery to renounce all other secular systems of life, in the political, social, economic, artistic and cultural, medical, administration and educational fields, and to replace them with his own Islamic systems as developed in his congregation. In doing so, he has to face the government’s anger. But Abuya is willing to risk anything for the sake of protecting Allah’s rights and avoiding His wrath.
Abuya is greatly opposed by the official ulama, for he never sees eye to eye with them. They accuse him of being devious, devilish, ignorant, etc., but miraculously, Abuya’s influence magnifies and his struggle becomes more acceptable both locally and abroad.
Abuya has a golden tongue. His struggle is blessed. His words are easily followed by others. His actions are easily acceptable. Hence he is respected by friends and foes alike. Obstacles are safely overcome. The secret is that Abuya relies more on spiritual strength in all his undertakings, not only on his mental and physical faculties, thus opening the avenue for Allah’s and His unseen forces’ assistance. So he wins over people’s minds, physique and hearts.
Abuya makes his followers maintain feelings of insecurity, uncertainty and helplessness, though they may have given everything in their efforts and sacrifice. Only Allah is secure, certain and able.
Abuya succeeds in producing those who constantly lamenting for their fate in the Hereafter, especially after performing their prayers.
Abuya produces doctors from among his followers who are capable of treating common and rare ailments that cannot be treated by ordinary doctors.
Abuya produces successful entrepreneurs from among his followers, who are at par with corporate figures bred in the secular system.
Even during ill health, Abuya can attain many new achievements for himself and his struggle. He can read a person more accurately with intuition. His knowledge and ideas become more refined. His strategies become more global, making his enemies regret in vain. He also gains more followers of various ranks, while the authorities become more pliable.
From his educational system, Abuya produces popular authors, script writers, composers, novelists and journalists, acknowledged both locally and abroad. They become producers, publishers and dealers of various printed media products. These are in turn translated into various national languages, all carrying the message of Allah.
Abuya also has studios with all their audio, video and multi-media equipments that produce various electronic products to help convey his message to the whole world. All of those involved in this sector are purely taught and trained by Abuya. While their expertise is originally derived from the conventional technological system, but their skills are sharpened when they acquire blessings from Allah SWT, as a result of implementing Abuya’s system of taqwa.
Abuya was once known as a manufacturer of Islamic halal food such as vermicelli, chili sauce, soya sauce and bean-curd. Of course Abuya did not produce all these with his own hands; but they were produced by his followers under his guidance and supervision. Abuya is now re-establishing his production plants which were once forcibly closed down.
Abuya talks about the great future of Malays. No Malay leader has ever come about with such an optimistic vision. He says that Malays will become like Arabs during their supremacy. They will become an empire to replace the declining West. Malays will defeat the Americans and Jews, dominate the Arab nations, conquer Palestine and regain Al Aqsa Mosque. Malays will also be the caretakers of the Haramayn.
Abuya impoverishes his family and his personal self to enrich his congregation. But they still live comfortable lives on the prosperity of Allah SWT. Allah will provide everything that is needed, material or otherwise, as long as one is willing to make correct oneself. People say that Abuya is wealthy. Yes, but with an unprecedented kind of wealth. The congregation is rich, but its members are poor. Such a state of affairs is intended to ensure that His servants succeed in this world and also gain salvation in the Hereafter.
Abuya possesses a character which accepts both trials and bounties with a neutral disposition. They do not affect him whatsoever, for both are from Allah. Such attitude goes to prove that Abuya possesses noble traits that are unequalled by anyone.
Abuya prays for his enemies. He treats those who hurt him with kindness. He endeavours to bring everyone to salvation, friends and foes alike.
Abuya will not attack anyone in his lectures. His words are to bring people to repentance and penitence. No matter how bad is one of his audience, one will not be degraded in Abuya’s session. Everyone is given the chance to be taught, guided and loved. Abuya is therefore respected even by his enemies.
Abuya neither answers libelous allegations nor does he attack his slanderer. He overcomes such attacks correcting himself, for Allah will then protect him, as has always happened.
Abuya neither pampers his children nor lets them live in luxury. “Both will only spoil them”, says Abuya. Thus, his children live like any other poor children or orphans do, not even in their father’s house, but in hostels. They are given spiritual enrichment instead to help them reach Allah SWT. Allah is All that one needs to survive in this world.
Abuya’s schools and training centres produce youths who gain both the world and the Hereafter. They read the Quran, perform the prayers, and observe various chants and other acts of worship ardently, while they simultaneously undergo skills training. They graduate from these institutions to become God-fearing entrepreneurs.
Abuya manages to revive barren plots of land at a time when Malays no longer know how cultivate them. Abuya’s students, as a result of having been given God and taqwa as their capital and despite refusing any loans, have restored long-abandoned agricultural activities on such lands.
Abuya also revives abandoned fish ponds, shut down by loss-making Malay enterprises. Abuya has proven that with taqwa, Malays can re-establish moribund enterprises without anyone’s help. Such an achievement has taken official agricultural agencies in Malaysia by surprise.
Abuya also revives neglected livestock farms and slaughterhouses. Abuya’s education system truly proves that it can recuperate the Malay spirit of industry. Despite forsaking money as capital, Abuya’s projects develop. Money will come, even from unknown and unexpected sources, when the project undertaker has faith and taqwa in Allah. Allah will provide them with the necessary. This has always been Abuya’s policy, and it has now been proven by Abuya’s ownership of herds of goats, cattle and buffalos, reared on the sites of the abandoned projects. Abuya’s followers, due to their relentless effort in cleansing their hearts and enriching their souls, become naturally apt in such activities, without having to take up any courses. In fact, other people come to learn from them.
Abuya is remarkably patient and humble. He is willing to teach and care for his errant students for as long as it takes. He is not hasty in prescribing punishments. But after a certain period, Abuya can be very firm in punishing them (to make them realize their mistakes and wrongdoings).
Abuya knows and adores Allah dearly. His whole life is devoted to Him, his Supreme Love. His words, writings and actions regarding Allah SWT go very deep, far beyond the normal faculties of humankind. Among his words are:
“We both love one another
Let it be everlasting, O Allah”.
Abuya also says:
“How can I ever forget Thee, O Allah”.
He asks his followers to travel the whole world to promote Allah SWT.
Abuya never gets himself into debt, and discourages his followers from owing money to anybody. Those who fail to clear their debts are regarded as considered failures. Clearing debts, according to Abuya, is by spiritually correcting oneself.
Abuya treats his ailments as atonement for his sins. Sickness is a sign of God’s love and care. Hence Abuya remains calm despite having to endure severe pain. Amidst his ailing condition, he continues to write and carry out tasks in the cause of the struggle.
Abuya often solves crises among spouses and household members, within parties or congregations, during functions involving different political groups such as Keadilan, UMNO, PAS and DAP. In Abuya’s presence, they make peace with each other, albeit a short-lived one. Together, they listen to Abuya’s views and opinions on various subjects.
Abuya had received visits by prominent foreign figures such as Gus Dur and several military generals from Indonesia, representatives from Thailand’s royal palace, and ministers from Jordan. Other guests are from among politicians, government officers, corporate figures, Islamic bodies, singers, actors and actresses, writers, non-Muslim figures and others.
Abuya is sought out by people from all walks of life, both local and foreign. Abuya continuously receives guests even whilst under ISA detention. They come from the Middle East, Europe, Australia, United States, China, the Philippines, Singapore, Indonesia, Uzbekistan, India, Pakistan, Brunei and Malaysia itself.
Abuya has converted many non-believers into Islam. Starting from his da’wah in Sabah and Sarawak, he continued the mission to Thailand, China, the Philippines and Uzbekistan.
Abuya’s family becomes the basis and model family of his struggle, when his wives and children become important figures in his congregation. This seldom occurs to Islamic leaders.
Abuya could competently sing Islamic nasyeeds (songs) with his mellow and husky voice. He was once a recognized public reader of the Quran. Small wonder that his children inherit his appealing voice.
Abuya has saved a bus company, Regal Travel, from bankruptcy. Regal Travel is now owned by Rufaqa’ Corporation.
Abuya has developed his centre of activities from the level of a sub-standard settlement at Sungai Penchala, to that of a modern township. Celebration Mall, as it is now known, hosts Abuya’s economic and education complex. It is located in Bandar Country Homes, a new town in Selangor. This has been the aftermath of the government’s banning and dissolution of Darul Arqam in 1994. The ISA was punitively applied against Abuya, but it instead gave his congregation a stronger reputation.
Abuya is incessantly attacked by all kinds of black magic from all angles. His family and followers endures the same assault. The magic should have rendered his followers dead, insane, paralyzed and idiotic. But, masya Allah, his followers have not been adversely affected by the black magic.
Abuya has no private house. But his congregation’s guest houses, scattered all over the country, are prepared for his use anytime. To move around at a distance, Abuya boards on first-class flights.
Abuya has followers whose loyalty and obedience are no less than that of a child to his or her parents. Envious quarters have thus accused him of negatively encouraging a personality cult which borders on fanaticism. The accusers know well that a leader is successful when he can make himself the father and mother of his followers, such that they can depend on and seek protection from him.
Abuya was tested by God some of his former followers became his opponents and even rivals. They wished to set up an alternative congregation that would be better than Abuya’s, but without avail. In fact, they have been humiliated, having to undergo miserable lives with endless problems.
Abuya now has more than 700 business outlets. His followers have set up multifarious projects under his name all over the world. Abuya is not able to visit all of them but they are run well. His followers handle these projects responsibly and honestly; sustaining, protecting and expanding them from time to time, as a token to repay Abuya’s deeds in leading and guiding them to eternal salvation.
Abuya has six eminent Muslim ulama in the world as his fervent supporters.
Abuya has attracted the attention of researchers to write theses on the recipes and formulae of Abuya’s struggle. Abuya’s struggle’s is unique in gaining the world’s attention. Abuya-related affairs are discussed everywhere.
Abuya is rightfully a mujaddid (centennial Islamic reformer), given his extraordinary achievements. Many people acknowledge that Abuya is the mujaddid for this century. Despite efforts being made to deny this, the claim sustains far and wide.
Abuya is the Fata at Tamimi (man from the tribe of Tamim). The main criterion qualifying him for this title is his success in promoting Imam al-Mahdi’s name to the forefront of the Islamic agenda.
Abuya is also the Sohibuz Zaman (Master of the Epoch), because it appears that this era, especially in Malaysia, has been re-patterned by Abuya’s miraculous touch. The world is changing according to Abuya’s design!
Allah endows Abuya with an unseen ‘power’, by which all the miracles take effect. Karamah (miracles) occurred at the hands of godly figures by virtue of such ‘power’. Whoever prays to Allah in the name of this power, by Allah’s will, will also be granted this immense strength.
Ini catatan atau kumpulan tulisan dari berbagai sumber. Komentar terhadap isi catatan silahkan dirujuk atau kunjungi sumber asalnya.
Jumat, 24 Februari 2012
Musuh-musuh Bonda Ummu Jah, nasib dan kesudahannya
SELASA, 1 NOVEMBER 2011
Musuh-musuh Bonda Ummu Jah, nasib dan kesudahannya...
Assalamu’alaikum dan salam sejahtera. Terima kasih Tuhan yang Maha Baik. Mohon keampunan dan rahmat Mu Ya Allah. Mohon maaf, mohon izin daripada Rasulullah saw, Saiyidi Imamul Mahdi dan Putera Bani Tamim.
Moga tulisan ini mendapat perkenan dari Abuya, Saiyidi dan Rasulullah saw.
Kepada pembaca yang dikasihi lagi dihormati, khususnya rakan-rakan seperjuangan. Perbincangan kali ini mengkhususkan kepada musuh-musuh Bonda Ummu Jah sekaligus merupakan musuh Abuya dan perjuangan. Harapnya topik ini dapat membantu kawan-kawan yang rajin ‘melayan’ mereka itu.
Mereka tu terdiri dari banyak kelompok dan jenisnya.
- Yang terima Abuya tolak Bonda Ummu Jah, ini kelompok yang sedang buat-buat berani nak buka pejabat di depan kafe Ikhwan BCH. Tak pasti siapa yang akan jadi pemimpinnya. Harap-harap Ustaz Hasnul sudi jadi pengikut Cikgu Hashim Jaafar, atau pun sebaliknya. Kalau terjadi salah satu, kita ucapkan tahniah. Sebab kedua-duanya bukan mudah nak tunduk dengan orang, tak kira siapalah. Mereka maukan Abuya saja. Itu pun bukan semua yang Abuya mau, dia mahu. Kalau boleh, dia mahu Abuya setuju, apa yang dia mau!
- Penyamar-penyamar di alam maya, terutamanya di laman sosial Facebook. Ini jenis paling pengecut. Memang depa pun setuju digelar Jantan Pengecut. Semakin ramai yang ber’trademark’kan JP. Kelompok ini, tiada agenda menarik. Dia tukang siar bahan mentah untuk orang lain nilai. Banyak teks PRSA yang disiarkan. Lepas tu pakat dok ulas, kutuk, caci, maki, hamun, kecam dan yang lebih berani lagi sampai menyesat, mensyirik dan memurtadkan. Cakap dan sikapnya langsung tak boleh nak ditiru. Hanya orang yang bodoh dan bebal saja boleh percaya atau terpengaruh dengan cakap puak-puak ni.
- Jenis yang seronok tumpang sekaki, semangkuk, sedulang dan seperahu dengan yang mengutuk-ngutuk dan menghina-hina Bonda Ummu Jah khususnya. Tengok daripada ayat-ayatnya, jelaslah mereka ni golongan yang kecewa, lemah jiwa dan tak tahan diuji. Kata-katanya sering menyalahkan orang lain, Bonda Ummu Jah dan barisan kepimpinan jemaah. Jenis ini ada kat mana-mana pun. Mereka ni ahli mesyuarat tingkap, ada kat tepi jalan, kedai kopi, kat estet, lombong tinggal, tepi sawah, tepi-tepi longkang, atas tangga di rumah-rumah kampung, belakang dapur, dalam bas, teksi, komuter, opis-opis gomen terutamanya yang lengang, kat majlis kenduri kawin, pasar malam, pasar minggu, pekan rabu dan yang sewaktu dengannya. Puak ni kalau dilayan, makin menjadi-jadi, makin melalut-lalut, makin mengarut-ngarut. Sebabnya depa ni bukan nak kebenaran pun, cuma nak bagi penuh buku catitan je. Catitan baik, buruk, belakang kira. Jenis ni Al Quran, Hadis, Tuhan, Nabi, dosa, pahala, syurga, neraka kat bibir je, tak masuk hati pun. Buat mengabehkan boreh je layan puak-puak ni.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [An Nahl: 125]
- Yang ada tokeh dan agenda. Jenis suka berhujah dengan Quran dan Hadis atau sumber dari kitab muktabar. Perbahasannya macam benar, tetapi sikapnya jauh dari kebenaran. Hujah-hujahnya hanya dibibir, sasarannya akal, langsung tak ada menyentuh hati/roh. Perbahasan mereka selalunya berakhir dengan orang akan bertambah keliru, ragu-ragu, hilang kepercayaan, hilang keyakinan, bersangka-sangka dan hilang minat kepada kebenaran atau perjuangan kebenaran. Mereka secara sengaja mengadu domba atau melaga-lagakan antara dua pihak. Agenda utamanya ialah memecah belahkan pakej kebangkitan akhir zaman. Contohnya, dia mendakwa mempertahankan Aurad Muhammadiah dan keluarga Saiyidi Syeikh Muhammad AsSuhaimi. Cara dia mempertahankan Saiyidi Syeikh dan Aurad Muhammadiah sangatlah jauh daripada akhlak dan peribadi seorang yang bertarikat apatah lagi seorang yang berjiwa sufi. Mereka berbuat untuk memenuhi kehendak tokeh dan agendanya. Sasarannya ialah untuk melemahkan perjuangan kebenaran yang dijanjikan ini. Aurad Muhammadiah, Abuya Ashaari Muhammad dan Saiyidi Syeikh Muhammad bin Abdullah AsSuhaimi adalah pakej yang dijanjikan. Usaha memecah belahkan pakej ini dilakukan secara halus, terancang dan mereka harap sangat ianya berkesan. Biarlah simamat ni dengan taik dia [mat taik ko].
- Golongan yang berpendirian atau mempunyai fahaman yang bertentangan dan juga puak yang berpentingan. Contohnya ialah seperti Wahabi, Salafi, Syiah, Ideology, ahli politik yang tercabar wibawanya, ahli perniagaan yang tercabar perniagaannya terutamanya perniagaan yang haram dan termasuk ahli agama yang hasad dengki.
Semua kelompok ini kita doakan moga mereka bertemu kebenaran sekalipun di hujung hayatnya.
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat: 6]
Saya rasa cukuplah sekadar menyebut dan membahagikan musuh-musuh Abuya, Bonda Ummu Jah dan jemaah kepada kelompok berkenaan. Mungkin di kalangan mereka itu ada yang masih maukan jemaah tetapi tidak mampu lagi untuk bersama atas beberapa kemungkinan seperti;
- Sukar tunduk atau menerima kepimpinan orang lain. Mereka rasa diri istimewa, lebih pandai dan berkemampuan. Abuya pernah mengatakan, inilah jenis yang ‘sayang’kan ego. Mazmumah yang paling besar diwarisi dari Iblis dan syaitan itu sudah cukup selesa dok dalam hatinya. Bahkan dia rasa hilang harga diri jika ego itu dikorbankan. Akhinya mereka ini kekallah dalam perasan diri hebat, walapun jelas anak bini sendiri pun berterabur tanpa ikut disiplin syariat.
- Mereka yang lemah jiwa, tak mampu berhadapan dengan ujian dan sangat cintakan kehidupan yang selesa. Jenis ini susah nak dibawa berjuang. Memang jadi orang awam je. Dalam jemaah, ujian biasalah. Perjuangan ini bukan sahaja menuntut kesusahan dan penderitaan. Bahkan nyawa! Kalau sekadar merungut rangat pasal Tabung Taqwa, makan minum, sewa rumah, kenderaan dan lampin anak, memang bukan orang berjuanglah.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar” [Ali Imraan: 142]
- Kelompok yang terkeliru, salah sangka, salah tafsir dan tersilap pilih kawan. Kelompok ini ada harapan untuk diselamatkan. Peluang sedang terbuka untuk mereka. Apa yang perlu mereka buat ialah, dapatkan penjelasan dari sumber yang betul, benar dan sah. Jauhkan diri dari kelompok yang kepala masam, radio buruk, orang yang bersifat lipas, lalat, tikus dan sebagainya yang memang kat mana pun suka cari benda-benda kotor dan busuk.
- Mereka yang takut. Takut hilang kawan, hilang suami, hilang kepentingan, hilang punca cari makan, hilang glamer dan yang palin dia takut, takut kehilangan sifat cinta dunianya. Ini orang yang cinta dunia dan takut mati. Kalau dia benar-benar ingin menuju Tuhan, dia WAJIB bermujahadah. Bermujahadah perlu kepada berjemaah. Nak bermujahadah, WAJIB ada mursyid, ada pemimpin dan ada jemaah. Jika tidak, jadilah kita hamba nafsu, hamba dunia, hamba Yahudi dan hamba syaitan! Itulah nasib dan kesudahannya.
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." [Al Baqarah: 155]
logo HALAL Jakim; wang @ Tuhan?
JUMAAT, 24 FEBRUARI 2012
logo HALAL Jakim; wang @ Tuhan?
Salam semua. Tadi status saya di facebook berkaitan halal. Status itu saya tulis dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Nilai. Menurut seorang rakan fb, rupanya pada masa yang sama persoalan halal sedang diperbahaskan di tv Hijrah.
Halal adalah sesuatu yang diluluskan menurut syariat Islam. Syariat Islam adalah peraturan hidup dari Tuhan. Melaksanakan syariat Tuhan tanpa beriman kepada Tuhan tidak ada nilai di sisi Tuhan. Namun tetaplah mendapat faedah dari sudut keselamatan dan kesejahteraan duniawi.
Amalan mengambil makanan yang halal adalah manifestasi daripada keimanan seorang Muslim. Tanpa iman atau rasa berTuhan, sekalipun dia seorang Islam, halal bukanlah suatu standard yang amat penting baginya. Lebih-lebih lagi bagi bukan Islam, mereka tidak menitik beratkan soal halal kecuali jika berpeluang mengambil faedah duniawinya iaitu keselamatan dan kesejahteraan hidup dunia semata-mata.
Pengiktirafan halal untuk produk keluaran BUKAN Islam, halal yang ada nilai komersil, bukan nilai syariat. Keluaran non Muslim diiktiraf sebagai halal hanyalah kerana mereka melaksanakan piawaian halal bertujuan memenuhi kehendak undang-undang atau permintaan masyarakat Islam. Halal ini tidak ada kaitan dengan Tuhan, tetapi halal berkaitan dengan wang! Halal menurut syariat adalah kerana tuntutan keimanan sekalipun tidak mendapat pulangan wang!
Halal sepatutnya dilihat dari sudut Iman bukan wang! Maka adalah tidak munasabah bilamana pengiktirafan halal bagi pengusaha Muslim disamakan dengan halal bagi pengusaha non Muslim.
Pengusaha non Muslim mereka melaksanakan piawaian halal hanya bagi tujuan komersil. Sementara pengusaha Muslim, mengamalkanpiawaian halaladalah bertujuan memenuhi tuntutan fardhu kifayah yang mana ada kaitan dengan dosa dan pahala. Bukan sahaja keselamatan di dunia, tetapi lebih utama keselamatan di Akhirat.
Sepatutnya standard pengiktirafan halal bagi pengusaha BUKAN Muslim adalah berbeza dengan pengusaha Islam. Ini bukan diskriminasi. Halal adalah peraturan dari Tuhan, bukan peraturan manusia. Ertinya siapa yang mahukan pengiktirafan menurut peraturan Allah, dia mesti mengakui dan menerima apa yang Allah tentukan.
Adalah amat pelik bila Jakim takut untuk membezakan orang Islam dengan bukan Islam dengan alasan kononya takut ada diskriminasi. Jakim guna hujah apa dan hujah dari siapa? Bukankah Allah yang membezakan antara orang Islam dengan orang kafir, kenapa Jakim pula yang takut nak bezakan?
Jika dalam soal semudah ini pun Jakim gagal mempertahankan kehendak Allah dan syariat Allah, apalah yang masih boleh diharapkan dalam persoalan yang lebih rumit dan sulit? Hanya nama saja Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, halal pun masih ambil pandangan dari sudut wang bukan Tuhan.
Jangan-jangan memang kerana wang, bukan kerana Tuhan
Halal adalah sesuatu yang diluluskan menurut syariat Islam. Syariat Islam adalah peraturan hidup dari Tuhan. Melaksanakan syariat Tuhan tanpa beriman kepada Tuhan tidak ada nilai di sisi Tuhan. Namun tetaplah mendapat faedah dari sudut keselamatan dan kesejahteraan duniawi.
Amalan mengambil makanan yang halal adalah manifestasi daripada keimanan seorang Muslim. Tanpa iman atau rasa berTuhan, sekalipun dia seorang Islam, halal bukanlah suatu standard yang amat penting baginya. Lebih-lebih lagi bagi bukan Islam, mereka tidak menitik beratkan soal halal kecuali jika berpeluang mengambil faedah duniawinya iaitu keselamatan dan kesejahteraan hidup dunia semata-mata.
Pengiktirafan halal untuk produk keluaran BUKAN Islam, halal yang ada nilai komersil, bukan nilai syariat. Keluaran non Muslim diiktiraf sebagai halal hanyalah kerana mereka melaksanakan piawaian halal bertujuan memenuhi kehendak undang-undang atau permintaan masyarakat Islam. Halal ini tidak ada kaitan dengan Tuhan, tetapi halal berkaitan dengan wang! Halal menurut syariat adalah kerana tuntutan keimanan sekalipun tidak mendapat pulangan wang!
Halal sepatutnya dilihat dari sudut Iman bukan wang! Maka adalah tidak munasabah bilamana pengiktirafan halal bagi pengusaha Muslim disamakan dengan halal bagi pengusaha non Muslim.
Pengusaha non Muslim mereka melaksanakan piawaian halal hanya bagi tujuan komersil. Sementara pengusaha Muslim, mengamalkanpiawaian halaladalah bertujuan memenuhi tuntutan fardhu kifayah yang mana ada kaitan dengan dosa dan pahala. Bukan sahaja keselamatan di dunia, tetapi lebih utama keselamatan di Akhirat.
Sepatutnya standard pengiktirafan halal bagi pengusaha BUKAN Muslim adalah berbeza dengan pengusaha Islam. Ini bukan diskriminasi. Halal adalah peraturan dari Tuhan, bukan peraturan manusia. Ertinya siapa yang mahukan pengiktirafan menurut peraturan Allah, dia mesti mengakui dan menerima apa yang Allah tentukan.
Adalah amat pelik bila Jakim takut untuk membezakan orang Islam dengan bukan Islam dengan alasan kononya takut ada diskriminasi. Jakim guna hujah apa dan hujah dari siapa? Bukankah Allah yang membezakan antara orang Islam dengan orang kafir, kenapa Jakim pula yang takut nak bezakan?
Jika dalam soal semudah ini pun Jakim gagal mempertahankan kehendak Allah dan syariat Allah, apalah yang masih boleh diharapkan dalam persoalan yang lebih rumit dan sulit? Hanya nama saja Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, halal pun masih ambil pandangan dari sudut wang bukan Tuhan.
Jangan-jangan memang kerana wang, bukan kerana Tuhan
Senin, 20 Februari 2012
Bahaya Minum Sambil Berdiri
You Are Here : Paling Ampuh » Tips Agar Sehat » Bahaya Minum Sambil Berdiri
FEB15
Bahaya Minum Sambil Berdiri
Pada artikel SiiP.blogdetik.com sebelumnya telah kita simak bagaimana mengenali penyakit dari warna dan bentuk kuku, mungkin bisa menjadikan warning bagi kita agar selalu waspada dan terus konsisten menjaga kesehatan.
Kita lanjutkan membahas topik lain masih terkait dalam dunia kesehatan yaitu mengenai larangan minum sambil berdiri.
Kita lanjutkan membahas topik lain masih terkait dalam dunia kesehatan yaitu mengenai larangan minum sambil berdiri.
Mengapa kita tidak diperbolehkan minum sambil berdiri? pengaruh terbesar apa yang terjadi pada organ vital kita terutama ginjal? lalu bolehkah dalam Islam melakukan makan dan minum sambil berdiri? berikut bisa anda simak artikel selengkapnya.
Dalam sebuah kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur, membuktikan bahwa air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk lebih baik dibandingkan kita minum dengan cara berdiri.
Air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter.
Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Apabila minum sambil berdiri ini tidak kita hindari akan maka beriap-siaplah menerima efek buruk lain pada organ ginjal anda, kita tahu salah satu fungsinya yakni menyaring racun ke dalam tubuh.
Lantas bagaimana cara mengatasinya agar kita terhindar dari hal tersebut?
Anda harus melakukan kebiasaan berikut :
- Biasakanlah selalu minum sambil duduk, ingat jangan sambil berdiri.
- Biasakan dan perbanyak minum air putih sesuai kebutuhan yang dianjurkan.
Guna memenuhi kebutuhan air dalam tubuh sehari kita memerlukan asupan minum air :
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.
Nah dengan demikian kebutuhan air dalam proses metabolisme tubuh akan terpenuhi.
Lantas bagaimana cara mengatasinya agar kita terhindar dari hal tersebut?
Anda harus melakukan kebiasaan berikut :
- Biasakanlah selalu minum sambil duduk, ingat jangan sambil berdiri.
- Biasakan dan perbanyak minum air putih sesuai kebutuhan yang dianjurkan.
Guna memenuhi kebutuhan air dalam tubuh sehari kita memerlukan asupan minum air :
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.
Nah dengan demikian kebutuhan air dalam proses metabolisme tubuh akan terpenuhi.
Mengapa Islam melarang makan dan minum sambil berdiri?
Bukti larangan Islam terhadap makan dan minum sambil berdiri ini di pertegas dalam hadist sebagai berikut :
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”.
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”.
(HR.Muslim dan Turmidzi)
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Dalam agama Islam berprilaku apapun semua sudah di contohkan oleh Rasulullahtermasuk adab dalam makan dan minum, jika makan dan minum sambil berdiri ini dilarang, maka jelas akan sangat tidak baik pengaruhnya terhadap jiwa kita karena erat hubungannya dengan masalah kesehatan, mengapa demikian? sebab makan dan minum sambil berdiri, makan menggunakan tangan kiri merupakan prilaku dan kebiasaan para setan, prilaku setan cenderung buruk, kita dilarang untuk menirunya sebab setan merupakan makluk yang paling sombong yang selalu berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.
Nah berperilaku tidak baik seperti makan minum menggunakan tangan kiri yang di lakukan sambil berdiri akan berdampak buruk pada kesehatan begitu juga Meniup Makanan Disaat Masih Panas.
Dari fakta diatas terbukti minum sambil berdiri sangat tidak baik terhadap kesehatan ginjal bahkan apabila perilaku ini diabaikan bukan tidak mungkin akan berakibat fatal terhadap organ tubuh tersebut.
Jadi jika keduanya dihubungkan antara aturan dan larangan yang bersumber dari ajaran Islam dengan hasil ilmial para peneliti medis ternyata sangatlah jelas relevansinya.
Dari fakta diatas terbukti minum sambil berdiri sangat tidak baik terhadap kesehatan ginjal bahkan apabila perilaku ini diabaikan bukan tidak mungkin akan berakibat fatal terhadap organ tubuh tersebut.
Jadi jika keduanya dihubungkan antara aturan dan larangan yang bersumber dari ajaran Islam dengan hasil ilmial para peneliti medis ternyata sangatlah jelas relevansinya.
Yang pasti perilaku buruk yang berakar dari kebodohan dan kebiasaan yang kita anggap benar ternyata akan membawa dampak yang sangat serius bagi keberlangsungan kesehatan kita sendiri.
Bagaimana dengan anda masih juga sering melakukan hal yang demikian? atau mungkin baru mengetahuinya hari ini? makanya kunjungi selalu SiiP.blogdetik.com yang memberika info dan tips Paling Ampuh buat kita semua.
Haram Bersalam Lelaki-Perempuan
12 November, 2008
Haram Bersalam Lelaki-Perempuan
Hukum Bersalam Lelaki Dengan Wanita Ajnabiyah Yang bukan Muhrim
'Mujaddid' Zaman Kontemperori??!!..كلا!
Disusun Oleh: Abu Syafiq
Ramai dikalangan pengaku ustaz apabila terbersalam dengan wanita di hadapan khalayak ramai, kemudian ditanya bukankah bersalam dengan mereka itu haram? cepat-cepat dia akan menjawab.."alaa boleh dalam mazhab lain" atau "ada ulama kata boleh" atau "untuk tidak mengaibkan dan tidak memalukan perempuan itu maka boleh bersalaman" dan sebagainya dari puluhan alasan lagi yg hakikatnya tidak bertepatan dengan sunnah Rasulullah langsung. Amat malang mereka itu sering pula melaungkan Sunnah! Ittiba'us Sunnah dan pelbagai lagi men-declare diri sebagai pengikut Sunnah Nabi. Sedangkan Nabi tidak pernah bersalaman dengan wanita ajnabiyah bukan muhrim bahkan dalil sunnah menunjukkan ia haram.

APA DALIL BERSALAMAN LELAKI-WANITA ITU HARAM?
Kita dalam membicarakan hukum bersalam ini antara lelaki yang sudah dewasa dengan wanita bukan muhrim yang sudah dewasa bukan dan tidak membicara hukum bersalaman dengan wanita tua sesangat atau budak perempuan yang masih kecil. Perlu diberi perhatian.
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Saidatuna Aisyah mengenai bai'ah yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap beberapa orang perempuan, Aisyah berkata: " Demi Allah, tangan baginda tidak menyentuh seorang perempuan pun dalam pembai'atan itu. Baginda hanya membai'ah mereka dengan perkataannya: "Benar-benar telah aku bai'ah kamu atas hal itu." (Riwayat Bukhari)
Hadith di atas amat jelas menunjukkan bahawa Rasulullah tidak bersalaman dengan wanita bukan muhrim walaupun mereka menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rasulullah, rasulullah tidak menyambut mereka dengan bersalaman tetapi Rasulullah bersalam pula dengan lelaki iaitu para sahabat lelaki yang membai'ah baginda dengan cara bersalaman.
Dari ini membuktikan sunnah Rasulullah sekiranya berlaku pada kita wanita yang bukan muhrim menghulur tangan untuk bersalaman dengan kita atau lelaki bukan muhrim menghulur tangan kepada wanita itu bersalaman maka sunnah dan terbaiknya adalah kita TIDAK menyambut dengan bersalaman tetapi dengan memberi isyarat lain atau mengucapkan salam atau selamat kepadanya sahaja tanpa bersalam.
Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari berkata: "Maksud ucapan Rasulullah: "Benar-benar telah bai'ah kamu dengan ucapan." Adalah ucapan tanpa berjabat tangan sepertimana yang biasa terjadi, di mana lelaki berjabat tangan sewaktu bai'ah dijalankan.
Dari Abdullah bin Amr bin al-Asr. berkata: "Rasulullah tidak pernah berjabat tangan tangan denganperempuan dalam pembai'atan." (Riwayat Imam Ahmad)
Dalil kedua,
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan. Ucapanku kepada seorang perempuan seperti kataku pada seratus perempuan.”
(HR Ibnu Hibban, Malik & Nasa’i)
Dari Ma’qil bin Yasaar katanya, “Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya jika dicerca kepala salah seorang dari kamu dengan alat dari besi adalah masih lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya).” (HR At-Thabrani & al-Baihaqi, sahih).
Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah bersabda: “Sudah ditakdirkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata, zinanya ialah memandang; zina dua telinga ialah mendengar; zina lisan ialah ucapan; zina tangan ialah menyentuh; zina kaki ialah melangkah; zina hati ialah menginginkan sesuatu, berangan-angan dan farajnya membenarkan atau mendustakannya.”
Rasulullah juga bersabda: “Tidak pernah aku menyentuh tangan perempuan (ajnabi/bukan mahram)” (HR At-Thabrani, dari Uqailah binti Ubaid).
Dalil-dalil di atas amat menunjukkan pengharaman bersalam lelaki dengan wanita yang bukan muhrim.
BENARKAH DISANA ADA DALIL MENGHARUSKAN PERSALAMAN LELAKI-PEREMPUAN?
Mereka yang beria-ia sangat mempertahankan hukum bersalaman lelaki-wanita sering mengunakan hujjah yang mereka sendiri palsukan. Mereka mempergunakan beberapa hadith yang menyebut nabi memberi salam kepada sahabiyah. Amat malang hadith tersebut terang-terang menunjukkan nabi memberi salam dan BUKAN BERSALAMAN dengan wanita. Ya, dalam islam diharuskan kita memberi salam kepada muslimah dan DIHARAMKAN kita bersalaman dengan wanita.
Hakikatnya tiada langsung dalil yang mengharuskan hukum bersalaman lelaki dengan wanita ajnabiyah yang bukan muhrim ini bahkan Rasulullah sebagai ikutan kita tidak pernah melakukannya. Amat sedih golongan pengaku sebagai pengikut Sunnah tidak menghidupkan sunnah Nabi, Nabi tidak bersalaman dengan wanita bukan muhrim.
Amat sedih lagi mereka itu mengharamkan bersalaman antara lelaki dengan lelaki dan wanita dengan wanita selepas solat berjemaah kononnya atas dasar bid'ah masuk neraka tetapi MENGHALALKAN pula persalaman antara wanita dengan lelaki dan lelaki dengan wanita. Ini membuktikan dakwaan mereka sebagai Salafi, Ittiba'us Sunnah dan lain2 lagi hakikatnya adalah tipu helah pengkhianat Sunnah sebenar!!!.
KALAU WANITA TU HULUR TANGAN DAHULU KITA BOLEH SAMBUT?
Jawapanya sudah pasti tidak boleh, haram hukumnya walaupun wanita ajnabiyah itu menghulurkan tangan untuk bersalam dengan kita dihadapan khalayak ramai sekali pun, haram bagi wanita itu dan haram bagi lelaki menyambut tangannya untuk bersalam, samaada tanpa bersyahwat atau tidak, terselamat dari fitnah atau tidak ianya adalah tetap HARAM.
Soalan ku lontarkan kepada pemuka sunnah yang palsu. Nabi bersalaman (berjabat tangan) dengan perempuan yang bukan muhrim ke tidak?!
Ketahuilah bahawa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan.” (HR Ibnu Hibban, Malik & Nasa’i)
Mana laungan sunnah kamu semua?! kamu sanggup bertasamuh dan bertolak ansur dalam isu persalaman wanita-lelaki dan perkara lain yang sejalan dengan hawa nafsu kamu tetapi pada masa yang sama kamu kafirkan orang buat maulid dan menetapkan mereka ahli bid'ah masuk neraka!
Kamu marah orang berzikir nama Allah beramai-ramai pada masa yang sama kamu biarkan tarian bogel beramai-ramai dari kalangan 'anak'anak' kamu sendiri!
Kamu marah orang baca qunut selalu waktu yang sama kamu sendiri mengkafirkan umat islam selalu!
Kamu marah orang bertalqin tetapi kamu menyokong industri muzik haram dan bank riba!
Di mana amanah?! di mana laungan sunnah?!
Wallahi! dakwaan kamu kononnya bersalaman lelaki dengan wanita ajnabiyah bukan muhrim ini harus merupakan kepalsuan yang tidak berdalil dan tidak berfakta!
NASIHAT
Berikan dan sampaikan salam, jawab salam, bersalamanlah diantara yang halal bukan yang haram. Sesungguhnya bersalaman lelaki dengan perempuan itu adalah haram...
www.abu-syafiq.blogspot.com
'Mujaddid' Zaman Kontemperori??!!..كلا!
Disusun Oleh: Abu Syafiq
Ramai dikalangan pengaku ustaz apabila terbersalam dengan wanita di hadapan khalayak ramai, kemudian ditanya bukankah bersalam dengan mereka itu haram? cepat-cepat dia akan menjawab.."alaa boleh dalam mazhab lain" atau "ada ulama kata boleh" atau "untuk tidak mengaibkan dan tidak memalukan perempuan itu maka boleh bersalaman" dan sebagainya dari puluhan alasan lagi yg hakikatnya tidak bertepatan dengan sunnah Rasulullah langsung. Amat malang mereka itu sering pula melaungkan Sunnah! Ittiba'us Sunnah dan pelbagai lagi men-declare diri sebagai pengikut Sunnah Nabi. Sedangkan Nabi tidak pernah bersalaman dengan wanita ajnabiyah bukan muhrim bahkan dalil sunnah menunjukkan ia haram.

APA DALIL BERSALAMAN LELAKI-WANITA ITU HARAM?
Kita dalam membicarakan hukum bersalam ini antara lelaki yang sudah dewasa dengan wanita bukan muhrim yang sudah dewasa bukan dan tidak membicara hukum bersalaman dengan wanita tua sesangat atau budak perempuan yang masih kecil. Perlu diberi perhatian.
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Saidatuna Aisyah mengenai bai'ah yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap beberapa orang perempuan, Aisyah berkata: " Demi Allah, tangan baginda tidak menyentuh seorang perempuan pun dalam pembai'atan itu. Baginda hanya membai'ah mereka dengan perkataannya: "Benar-benar telah aku bai'ah kamu atas hal itu." (Riwayat Bukhari)
Hadith di atas amat jelas menunjukkan bahawa Rasulullah tidak bersalaman dengan wanita bukan muhrim walaupun mereka menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rasulullah, rasulullah tidak menyambut mereka dengan bersalaman tetapi Rasulullah bersalam pula dengan lelaki iaitu para sahabat lelaki yang membai'ah baginda dengan cara bersalaman.
Dari ini membuktikan sunnah Rasulullah sekiranya berlaku pada kita wanita yang bukan muhrim menghulur tangan untuk bersalaman dengan kita atau lelaki bukan muhrim menghulur tangan kepada wanita itu bersalaman maka sunnah dan terbaiknya adalah kita TIDAK menyambut dengan bersalaman tetapi dengan memberi isyarat lain atau mengucapkan salam atau selamat kepadanya sahaja tanpa bersalam.
Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari berkata: "Maksud ucapan Rasulullah: "Benar-benar telah bai'ah kamu dengan ucapan." Adalah ucapan tanpa berjabat tangan sepertimana yang biasa terjadi, di mana lelaki berjabat tangan sewaktu bai'ah dijalankan.
Dari Abdullah bin Amr bin al-Asr. berkata: "Rasulullah tidak pernah berjabat tangan tangan denganperempuan dalam pembai'atan." (Riwayat Imam Ahmad)
Dalil kedua,
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan. Ucapanku kepada seorang perempuan seperti kataku pada seratus perempuan.”
(HR Ibnu Hibban, Malik & Nasa’i)
Dari Ma’qil bin Yasaar katanya, “Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya jika dicerca kepala salah seorang dari kamu dengan alat dari besi adalah masih lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya).” (HR At-Thabrani & al-Baihaqi, sahih).
Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah bersabda: “Sudah ditakdirkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata, zinanya ialah memandang; zina dua telinga ialah mendengar; zina lisan ialah ucapan; zina tangan ialah menyentuh; zina kaki ialah melangkah; zina hati ialah menginginkan sesuatu, berangan-angan dan farajnya membenarkan atau mendustakannya.”
Rasulullah juga bersabda: “Tidak pernah aku menyentuh tangan perempuan (ajnabi/bukan mahram)” (HR At-Thabrani, dari Uqailah binti Ubaid).
Dalil-dalil di atas amat menunjukkan pengharaman bersalam lelaki dengan wanita yang bukan muhrim.
BENARKAH DISANA ADA DALIL MENGHARUSKAN PERSALAMAN LELAKI-PEREMPUAN?
Mereka yang beria-ia sangat mempertahankan hukum bersalaman lelaki-wanita sering mengunakan hujjah yang mereka sendiri palsukan. Mereka mempergunakan beberapa hadith yang menyebut nabi memberi salam kepada sahabiyah. Amat malang hadith tersebut terang-terang menunjukkan nabi memberi salam dan BUKAN BERSALAMAN dengan wanita. Ya, dalam islam diharuskan kita memberi salam kepada muslimah dan DIHARAMKAN kita bersalaman dengan wanita.
Hakikatnya tiada langsung dalil yang mengharuskan hukum bersalaman lelaki dengan wanita ajnabiyah yang bukan muhrim ini bahkan Rasulullah sebagai ikutan kita tidak pernah melakukannya. Amat sedih golongan pengaku sebagai pengikut Sunnah tidak menghidupkan sunnah Nabi, Nabi tidak bersalaman dengan wanita bukan muhrim.
Amat sedih lagi mereka itu mengharamkan bersalaman antara lelaki dengan lelaki dan wanita dengan wanita selepas solat berjemaah kononnya atas dasar bid'ah masuk neraka tetapi MENGHALALKAN pula persalaman antara wanita dengan lelaki dan lelaki dengan wanita. Ini membuktikan dakwaan mereka sebagai Salafi, Ittiba'us Sunnah dan lain2 lagi hakikatnya adalah tipu helah pengkhianat Sunnah sebenar!!!.
KALAU WANITA TU HULUR TANGAN DAHULU KITA BOLEH SAMBUT?
Jawapanya sudah pasti tidak boleh, haram hukumnya walaupun wanita ajnabiyah itu menghulurkan tangan untuk bersalam dengan kita dihadapan khalayak ramai sekali pun, haram bagi wanita itu dan haram bagi lelaki menyambut tangannya untuk bersalam, samaada tanpa bersyahwat atau tidak, terselamat dari fitnah atau tidak ianya adalah tetap HARAM.
Soalan ku lontarkan kepada pemuka sunnah yang palsu. Nabi bersalaman (berjabat tangan) dengan perempuan yang bukan muhrim ke tidak?!
Ketahuilah bahawa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan.” (HR Ibnu Hibban, Malik & Nasa’i)
Mana laungan sunnah kamu semua?! kamu sanggup bertasamuh dan bertolak ansur dalam isu persalaman wanita-lelaki dan perkara lain yang sejalan dengan hawa nafsu kamu tetapi pada masa yang sama kamu kafirkan orang buat maulid dan menetapkan mereka ahli bid'ah masuk neraka!
Kamu marah orang berzikir nama Allah beramai-ramai pada masa yang sama kamu biarkan tarian bogel beramai-ramai dari kalangan 'anak'anak' kamu sendiri!
Kamu marah orang baca qunut selalu waktu yang sama kamu sendiri mengkafirkan umat islam selalu!
Kamu marah orang bertalqin tetapi kamu menyokong industri muzik haram dan bank riba!
Di mana amanah?! di mana laungan sunnah?!
Wallahi! dakwaan kamu kononnya bersalaman lelaki dengan wanita ajnabiyah bukan muhrim ini harus merupakan kepalsuan yang tidak berdalil dan tidak berfakta!
NASIHAT
Berikan dan sampaikan salam, jawab salam, bersalamanlah diantara yang halal bukan yang haram. Sesungguhnya bersalaman lelaki dengan perempuan itu adalah haram...
www.abu-syafiq.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)
